Bukan Sekadar Lumbung Pangan, Lampung Bersiap Jadi Raksasa Energi Hijau Nasional!

- Editor

Selasa, 9 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempercepat pembangunan proyek pabrik bioetanol.

Rencananya, tahap konstruksi proyek strategis yang bertujuan mendorong transisi energi hijau dan mengurangi ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) ini akan dimulai pada kuartal III tahun 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, secara langsung telah meninjau kesiapan lahan calon pabrik bioetanol di Lampung.

Proyek energi terbarukan ini terwujud lewat kolaborasi investasi lintas sektor yang melibatkan PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), Danantara Investment Management, serta komitmen penyediaan hulu dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, menjelaskan, Lampung memiliki keunggulan strategis dari sisi geografis maupun ketersediaan bahan baku untuk mendukung ekosistem bioetanol nasional.

“Melalui teknologi ini dapat dilakukan percepatan transisi energi hijau, sekaligus mendukung kebijakan wajib pencampuran etanol pada bahan bakar bensin. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk mengoptimalkan potensi komoditas pertanian lokal,” ujar Mulyadi, Selasa (9/6/2026).

Guna menjamin keberlanjutan pasokan produksi, Pemprov Lampung menerapkan pendekatan multifeedstock yang memungkinkan pemakaian beragam jenis bahan baku secara fleksibel.

Bahan baku tersebut akan disuplai dari komoditas pertanian unggulan lokal seperti jagung, tebu, ubi kayu (singkong), hingga biomassa lainnya.

Saat ini, sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian Lampung dengan produksi jagung mencapai 2,7 juta ton per tahun.

Selain memperkuat kemandirian energi nasional, proyek kawasan industri bioetanol ini diproyeksikan akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah.

Penyerapan hasil panen secara masif diyakini mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pangkas Puluhan Bank! OJK Resmi Setujui Merger 57 BPR Jadi 18 Bank
Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Masa di Level Rp18.000, Ini Biang Keroknya!
Punya Tunggakan? Pahami 9 Aturan OJK Agar Terlindungi dari Arogansi Debt Collector!
Dipicu Kelangkaan Pasokan, Harga Singkong di Lampung Melonjak Tembus Rp2.050 per Kilogram
Rupiah Makin Tertekan! Kurs Jual Dolar AS di Sejumlah Bank Tembus Rp17.870
Terciduk! Katanya Bela UMKM, Truk Koperasi Desa Kepergok Angkut Barang dari Gudang Indomarco!
Sorotan Tajam The Economist: Demokrasi dan Ekonomi Indonesia Berada di Ambang Resiko?!
Percepat Pembangunan, Gubernur Lampung Dorong Penerbitan Obligasi dan Sukuk Daerah
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:36 WIB

Bukan Sekadar Lumbung Pangan, Lampung Bersiap Jadi Raksasa Energi Hijau Nasional!

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:33 WIB

Pangkas Puluhan Bank! OJK Resmi Setujui Merger 57 BPR Jadi 18 Bank

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:11 WIB

Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Masa di Level Rp18.000, Ini Biang Keroknya!

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:00 WIB

Punya Tunggakan? Pahami 9 Aturan OJK Agar Terlindungi dari Arogansi Debt Collector!

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:18 WIB

Dipicu Kelangkaan Pasokan, Harga Singkong di Lampung Melonjak Tembus Rp2.050 per Kilogram

Berita Terbaru