Caption : Presiden RI, Prabowo Subianto.
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Presiden Prabowo Subianto memilih untuk berbicara di luar teks resmi yang telah disiapkan oleh tim penasihat kepresidenan saat memberikan sambutan pada acara puncak Hari Lahir (Harlah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kamis (23/7/2026) malam.
Dalam pidatonya di atas podium, Presiden secara terbuka berkelakar mengenai draf pidato resmi tersebut. Ia menyebutkan, membaca teks yang telah disiapkan justru dapat membuatnya tertidur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini diambil Prabowo dengan menyimpang dari pakem komunikasi formal yang biasa dilakukan oleh seorang kepala negara.
Keputusan Presiden untuk mengabaikan draf pidato tersebut berlawanan dengan saran dari tim ahli kepresidenan.
Sebelumnya, tim penasihat telah menyarankan agar Presiden berpegang pada teks resmi guna menghindari potensi kekeliruan pernyataan yang dapat memicu polemik di ruang publik.
Terkait gaya komunikasi spontannya tersebut, Prabowo menyampaikan alasan bahwa pernyataan-pernyataannya yang disampaikan di luar teks justru kerap dinantikan oleh awak media untuk dijadikan sebagai bahan pemberitaan.
Sikap Presiden yang menolak masukan internal tim penasihat dinilai menunjukkan minimnya penerapan asas kehati-hatian dalam praktik komunikasi publik kenegaraan di bawah pemerintahannya. (*)






