Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Regional Office Bandar Lampung sepakat menjalin kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Sinergi ini disepakati melalui audiensi antara Ketua HIPMI Lampung, Gilang Ramdhan, dan Regional CEO BRI Bandar Lampung, Andreas Chandra Santoso. Fokus utama kolaborasi ini adalah mengoptimalkan potensi lokal daerah serta mendorong para pengusaha muda agar dapat “naik kelas”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyoroti besarnya potensi komoditas unggulan Provinsi Lampung, khususnya di sektor kelapa sawit, kopi, dan singkong. Untuk memaksimalkan potensi ini, BRI telah menyiapkan Project Management Office (PMO) yang berfokus pada pengembangan ekosistem komoditas secara terintegrasi dari hulu hingga ke hilir.
Menanggapi hal tersebut, HIPMI Lampung menyatakan kesiapannya untuk hadir sebagai mitra strategis. Keterlibatan ini diharapkan mampu memberikan porsi pengelolaan yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal, sehingga perputaran ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat daerah.
Secara rinci, kesepakatan kolaborasi antara HIPMI dan BRI mencakup beberapa inisiatif utama:
1. Integrasi Program Desa, yakni menyelaraskan visi antara program “Desaku Maju” milik Pemerintah Provinsi Lampung dengan program “Desaku BRILiaN” dari BRI guna memperkuat ekonomi perdesaan dan membuka peluang usaha baru.
2. Edukasi dan Akses Finansial, BRI berkomitmen memberikan pendampingan manajemen keuangan, peningkatan kapasitas bisnis, akses pembiayaan, hingga edukasi bagi pengusaha lokal yang ingin merambah pasar ekspor-impor.
3. Inkubasi Bisnis, HIPMI bersama Badan Pengurus Cabang (BPC) di berbagai daerah akan melakukan kurasi terhadap komoditas dan pelaku usaha potensial untuk dikembangkan secara lebih terstruktur.
4. Dukungan Kegiatan Ekosistem, BRI turut menyatakan dukungannya terhadap agenda “HIPMI Run” sebagai ruang kolaborasi dan penguatan jejaring pengusaha.
Ketua HIPMI Lampung, Gilang Ramdhan, juga menekankan pentingnya transformasi paradigma di dalam tubuh organisasi. Ia berharap HIPMI mampu mengubah stigma lama yang kerap identik dengan “menunggu proyek pemerintah”.
“Fokus kami saat ini adalah aktif menciptakan entrepreneur muda baru yang inovatif dan adaptif di berbagai bidang usaha, tidak hanya terbatas pada sektor kontraktor,” jelas Gilang.
Ke depan, HIPMI Lampung dan BRI Bandar Lampung akan segera menggelar pertemuan lanjutan guna membahas dan mengeksekusi program-program potensial tersebut secara lebih teknis dan mendalam. (*)






