Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Banten – Pabrik baja PT Krakatau Osaka Steel (KOS) yang berlokasi di Cilegon, Banten, dipastikan menutup kegiatan operasionalnya. Penutupan ini berdampak langsung pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal bagi sekitar 170 pekerja di pabrik tersebut.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengonfirmasi, keputusan penutupan operasional KOS merupakan instruksi langsung dari perusahaan induknya di Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan ini diambil lantaran perusahaan mengalami tekanan finansial dan kalah bersaing di tengah dinamika industri baja global.
”Ada panggilan dari pusat bahwa mereka tidak bisa bersaing dengan yang lain dan mengalami kesulitan keuangan, sehingga mereka akhirnya memutuskan untuk menutup operasional,” ungkap Faisol di Jakarta.
Merespons penutupan pabrik ini, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia saat ini tengah melakukan penelusuran dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin Indonesia, Erwin Aksa, menyatakan penutupan KOS mencerminkan kerentanan industri baja domestik terhadap tekanan global.
Erwin menjelaskan bahwa keputusan penutupan tersebut dipengaruhi oleh tingginya biaya produksi seperti energi dan bahan baku, serbuan produk baja impor yang lebih murah, serta permintaan domestik yang belum sepenuhnya pulih.
”Kadin memandang penting agar setiap proses penyesuaian usaha tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan perlindungan terhadap tenaga kerja, termasuk pemenuhan hak-hak karyawan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Erwin, Senin (4/5/2026).
Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengaku belum menerima laporan resmi dari para pekerja terkait PHK massal ini. Namun, pihaknya memastikan akan segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk mengawal proses pemenuhan hak buruh.
Kabar penutupan KOS mulai mencuat ke publik setelah video perpisahan para pekerjanya beredar luas dan viral di media sosial. Dalam video tersebut, para karyawan tampak saling berpelukan dan membubuhkan tanda tangan di seragam kerja sebagai bentuk kenang-kenangan.
Sebagai informasi, PT Krakatau Osaka Steel merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara Osaka Steel Co., Ltd. asal Jepang dan perusahaan BUMN PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
Perusahaan yang berdiri pada tahun 2012 dan beroperasi penuh pada 2016 ini memiliki nilai investasi sekitar US$ 200 juta dengan kapasitas produksi mencapai 500 ribu ton per tahun. (*)






