Caption : Ilustrasi
Hariannarasi.com, Tanggamus – Warga Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, kini dilanda keresahan menyusul rentetan aksi pencurian yang menyasar sedikitnya 50 toko dan rumah warga sejak Januari hingga Mei 2026.
Dalam aksinya, para pelaku menggunakan modus mencongkel pintu atau jendela, serta merusak sistem kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi pencurian terbaru terjadi pada Jumat dini hari yang menimpa sebuah toko kelontong milik warga bernama Eko di Pekon (Desa) Ngarip. Pelaku berhasil menggasak barang berharga setelah merusak pintu dan mematikan seluruh CCTV toko.
”Para pelaku berhasil membawa dua bal rokok dan uang tunai sebesar Rp25 juta dari dalam laci toko,” ujar Endang, salah satu warga Pekon Ngarip yang juga pernah menjadi korban pencurian.
Berdasarkan data yang dihimpun, aksi pembobolan ini terjadi secara merata di berbagai pekon di Kecamatan Ulubelu, di antaranya Pekon Ngarip, Datarajan, Muaradua, Pagaralam, Sendang Agung, dan Karangrejo.
Barang yang digasak pencuri pun beragam, mulai dari uang tunai, perhiasan emas, barang dagangan (rokok dan sembako), kendaraan bermotor, hingga hasil bumi seperti kopi dan lada hasil panen warga.
Kerugian yang dialami setiap korban terbilang cukup besar. Di Pekon Datarajan, toko milik Ifan dibobol pada Februari 2026 dengan kerugian uang tunai mencapai Rp40 juta.
Di pekon yang sama, Toko Fayola milik Alex juga disatroni maling dengan total kerugian sekitar Rp45 juta yang terdiri dari rokok, telepon seluler, dan uang tunai.
Sementara itu, di Pekon Muaradua, korban bernama Wanti kehilangan emas seberat 15 gram dan uang tunai dengan total kerugian ditaksir lebih dari Rp35 juta.
”Warga sangat berharap pihak kepolisian dapat bertindak cepat dan tegas dalam menangkap para pelaku. Kekhawatiran, trauma, dan rasa takut yang dirasakan warga menjadi alasan kuat agar kasus ini ditangani lebih serius dan segera,” tegas Alex, salah satu korban asal Pekon Datarajan.
Meskipun sebagian korban telah melaporkan kejadian ini kepada pihak Polsek Pulaupanggung dan berkoordinasi dengan anggota DPRD daerah pemilihan Ulubelu, aksi pencurian masih terus berulang.
Menanggapi keresahan masyarakat tersebut, Kapolsek Pulaupanggung, Iptu Suamin, mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah preventif dengan melibatkan unsur pemerintahan pekon.
”Sudah saya sampaikan kepada para kepala pekon agar menjaga kampung bersama, dengan cara mengadakan ronda malam. Dalam pelaksanaan ronda tersebut, warga akan didampingi oleh personel Polsek Pulaupanggung dalam rangka mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan,” jelas Iptu Suamin.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memburu komplotan pelaku yang meresahkan warga Ulubelu tersebut. (*)






