Rupiah Tembus Rp17.410/USD, Presiden Prabowo Kumpulkan KSSK Hingga Fuad Bawazier di Istana

- Editor

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memanggil jajaran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) beserta mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, Fuad Bawazier, ke Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (5/5/2026).

Pertemuan tingkat tinggi ini digelar secara mendadak guna merespons tekanan berat yang tengah melanda nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemanggilan para pemangku kebijakan ekonomi ini bertepatan dengan rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026.

Berdasarkan data pasar, nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah hingga menyentuh level terendah sepanjang masa (all-time low), yakni di posisi Rp17.410 per dolar AS. Pergerakan mata uang Garuda tercatat telah mengalami tren pelemahan selama lima hari perdagangan berturut-turut.

Berdasarkan pantauan di Istana Negara, rapat krusial tersebut dihadiri oleh para pejabat inti sektor keuangan. Para tokoh yang tampak hadir meliputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan sejumlah menteri terkait di bidang perekonomian

Meski demikian, para pejabat tinggi yang hadir enggan memberikan komentar mendetail kepada awak media mengenai langkah spesifik yang akan diambil sebelum rapat selesai diselenggarakan.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya yang tiba belakangan di Istana juga belum merinci draf kebijakan atau intervensi yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

Namun, ia memberikan pernyataan untuk menenangkan pasar terkait kondisi makroekonomi domestik saat ini.

Purbaya menekankan bahwa fundamental perekonomian nasional masih solid di tengah guncangan nilai tukar. “Pondasi ekonomi RI tetap kuat untuk memperbaiki nilai tukar,” tegasnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, publik serta pelaku pasar tengah menanti langkah konkret dari pemerintah dan otoritas moneter untuk menstabilkan kembali nilai tukar rupiah. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Pemprov Lampung Dorong Optimalisasi KUR dan Literasi Keuangan
Presiden Prabowo Buka Munas HIPMI ke XVIII di Bandar Lampung, Tekankan Ekonomi Kerakyatan
Gubernur Mirza: Munas HIPMI di Lampung Bawa Energi Baru bagi Pengusaha Muda
Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter! Pertalite dan Biosolar?
Bukan Sekadar Lumbung Pangan, Lampung Bersiap Jadi Raksasa Energi Hijau Nasional!
Pangkas Puluhan Bank! OJK Resmi Setujui Merger 57 BPR Jadi 18 Bank
Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Masa di Level Rp18.000, Ini Biang Keroknya!
Punya Tunggakan? Pahami 9 Aturan OJK Agar Terlindungi dari Arogansi Debt Collector!
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:56 WIB

Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Pemprov Lampung Dorong Optimalisasi KUR dan Literasi Keuangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:58 WIB

Presiden Prabowo Buka Munas HIPMI ke XVIII di Bandar Lampung, Tekankan Ekonomi Kerakyatan

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:59 WIB

Gubernur Mirza: Munas HIPMI di Lampung Bawa Energi Baru bagi Pengusaha Muda

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:46 WIB

Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter! Pertalite dan Biosolar?

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:36 WIB

Bukan Sekadar Lumbung Pangan, Lampung Bersiap Jadi Raksasa Energi Hijau Nasional!

Berita Terbaru