Kasus HIV di Lampung Tembus 6.696 Orang, DPRD Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret!

- Editor

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Andika Wibawa, mendesak pemerintah daerah mengambil langkah konkret untuk menangani lonjakan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Lampung. 

Lonjakan ini dinilai sebagai sinyal lemahnya kontrol dan minimnya edukasi pencegahan dini di masyarakat. “Ini bukan persoalan kecil. Kalau tidak ditangani serius, bisa merusak masa depan generasi kita,” tegas Andika di Bandar Lampung, Kamis (7/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andika menyoroti bahwa kelompok remaja dan mahasiswa menjadi kalangan yang paling rentan terhadap penularan HIV. Hal ini diperparah oleh gaya hidup bebas, minimnya pemahaman mengenai risiko HIV, serta maraknya aplikasi digital yang memfasilitasi pergaulan tanpa kontrol.

Untuk mengatasi hal tersebut, Komisi V DPRD Lampung mendorong pemerintah memperkuat program edukasi di lingkungan sekolah secara rutin dan terstruktur.

Andika juga menekankan pentingnya pengawasan dari keluarga serta penguatan nilai agama dan moral sebagai benteng utama bagi generasi muda.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Edwin Rusli, menyatakan, peningkatan angka kasus ini juga sejalan dengan upaya agresif pemerintah dalam melakukan deteksi dini.

Berdasarkan data kumulatif Dinas Kesehatan, jumlah Orang Dengan HIV (ODHIV) di Lampung terus meningkat secara bertahap.

Pada tahun 2024 tercatat ada 5.495 ODHIV, kemudian naik menjadi 6.474 ODHIV pada tahun 2025, dan menyentuh angka 6.696 ODHIV hingga Maret 2026. Kasus tertinggi dilaporkan berada di Kota Bandar Lampung.

Edwin menjelaskan, penularan HIV di Lampung saat ini masih didominasi oleh praktik hubungan seksual tidak aman, khususnya pada pasangan heteroseksual.

Selain itu, penularan juga dipicu oleh penggunaan jarum suntik tidak steril, transfusi darah yang terkontaminasi, hingga transmisi dari ibu ke bayi.

Hingga saat ini, capaian penanganan kasus di Lampung menunjukkan bahwa 71 persen ODHIV telah ditemukan dan masih hidup.

Dari jumlah tersebut, 70 persen pasien telah menjalani terapi Antiretroviral (ARV), dan 58 persen di antaranya memiliki viral load yang tersupresi. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kejar Target 100 Persen, Begini Cara Tanggamus Dekatkan Akses Medis hingga ke Pelosok Pulau
Cara Cek BPJS Kesehatan 2026 dengan Mudah dan Cepat
Pangkas Perjalanan 8 Jam, Intip Deretan Fasilitas Canggih RSUD M Thohir Krui yang Diresmikan Prabowo
Ratusan Penderita HIV di Pringsewu Belum Terdeteksi, Dinkes Lampung Minta Warga Tak Takut Tes!
Jamin BPJS Kesehatan Warga di 2026, Pemprov Lampung Anggarkan Rp125 Miliar!
Wajib Tahu Sebelum ke Rumah Sakit! Ini 21 Penyakit yang Tak Lagi Dicover BPJS Mei 2026
Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus di Malang, Targetkan Beroperasi Akhir 2027
Bikin Ngelus Dada! Layanan RSUD Ryacudu Amburadul, Antrean Digital Zonk dan Kantong Obat Pun Tak Ada!
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:34 WIB

Kejar Target 100 Persen, Begini Cara Tanggamus Dekatkan Akses Medis hingga ke Pelosok Pulau

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:00 WIB

Cara Cek BPJS Kesehatan 2026 dengan Mudah dan Cepat

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:44 WIB

Pangkas Perjalanan 8 Jam, Intip Deretan Fasilitas Canggih RSUD M Thohir Krui yang Diresmikan Prabowo

Senin, 1 Juni 2026 - 16:44 WIB

Ratusan Penderita HIV di Pringsewu Belum Terdeteksi, Dinkes Lampung Minta Warga Tak Takut Tes!

Senin, 18 Mei 2026 - 16:00 WIB

Jamin BPJS Kesehatan Warga di 2026, Pemprov Lampung Anggarkan Rp125 Miliar!

Berita Terbaru

Nama FF Keren

TEKNOLOGI

Wajib Dicoba! Inilah Nama FF Keren Pro Yang Belum digunakan

Selasa, 23 Jun 2026 - 17:29 WIB