Bikin Ngelus Dada! Layanan RSUD Ryacudu Amburadul, Antrean Digital Zonk dan Kantong Obat Pun Tak Ada!

- Editor

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Lampung Utara – Pelayanan kesehatan terintegrasi melalui aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (MJKN) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjend HM Ryacudu, Kabupaten Lampung Utara, dinilai masih amburadul dan dikeluhkan oleh masyarakat.  

Pasalnya, sistem antrean digital yang seharusnya mempermudah pasien diduga diabaikan oleh pihak rumah sakit, ditambah lagi adanya temuan pemberian obat tanpa menggunakan kantong plastik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan keluhan yang mencuat baru-baru ini, pendaftaran yang telah dilakukan secara daring melalui aplikasi MJKN tampaknya tidak terimplementasi dengan baik di lapangan.

Pasien yang sudah mendaftar via aplikasi dan mendapatkan nomor antrean digital justru tetap harus berhadapan dengan antrean yang tidak teratur saat tiba di rumah sakit.

Hal ini membuat tujuan utama MJKN untuk memangkas waktu tunggu pasien menjadi tidak berguna.

Selain masalah administrasi dan antrean, standar pelayanan kefarmasian di RSUD pelat merah tersebut juga menjadi sorotan tajam. Sejumlah pasien dilaporkan menerima obat dari bagian farmasi rumah sakit tanpa dibungkus kantong plastik.

Pasien terpaksa membawa pulang obat-obatan tersebut hanya dengan digenggam tangan atau dimasukkan ke dalam saku pakaian.

Ketiadaan fasilitas dasar sepele seperti kantong plastik obat ini memicu kekecewaan warga dan dinilai tidak mencerminkan standar pelayanan fasilitas kesehatan tingkat lanjut yang layak.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi layanan yang dinilai kurang maksimal ini memunculkan desakan dari masyarakat Lampung Utara.

Warga berharap pihak manajemen RSUD Ryacudu dan instansi terkait dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh, baik terkait integrasi sistem antrean MJKN maupun perbaikan fasilitas dasar pelayanan pasien di lapangan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ratusan Penderita HIV di Pringsewu Belum Terdeteksi, Dinkes Lampung Minta Warga Tak Takut Tes!
Jamin BPJS Kesehatan Warga di 2026, Pemprov Lampung Anggarkan Rp125 Miliar!
Kasus HIV di Lampung Tembus 6.696 Orang, DPRD Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret!
Wajib Tahu Sebelum ke Rumah Sakit! Ini 21 Penyakit yang Tak Lagi Dicover BPJS Mei 2026
Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus di Malang, Targetkan Beroperasi Akhir 2027
Wali Kota Eva dan Wagub Jihan Dampingi Wamenkes Tinjau Puskesmas Way Halim 2, Tekankan Pelacakan Kontak Erat Pasien TB
RSUD Bandar Negara Husada Bakal Jadi RS Rujukan Nomor Satu di Lampung? Begini Kata Wagub Jihan!
Josi Harnos Resmi Dilantik Jadi Ketua IDI Lampung 2025-2028, Wagub Tekankan Sinergi
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 16:44 WIB

Ratusan Penderita HIV di Pringsewu Belum Terdeteksi, Dinkes Lampung Minta Warga Tak Takut Tes!

Senin, 18 Mei 2026 - 16:00 WIB

Jamin BPJS Kesehatan Warga di 2026, Pemprov Lampung Anggarkan Rp125 Miliar!

Jumat, 8 Mei 2026 - 04:52 WIB

Kasus HIV di Lampung Tembus 6.696 Orang, DPRD Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:30 WIB

Wajib Tahu Sebelum ke Rumah Sakit! Ini 21 Penyakit yang Tak Lagi Dicover BPJS Mei 2026

Jumat, 17 April 2026 - 06:13 WIB

Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus di Malang, Targetkan Beroperasi Akhir 2027

Berita Terbaru