Gila-gilaan! Harga Obat di RI Disulap 500% Lebih Mahal dari Malaysia, Menkes Cium Bau Korupsi

- Editor

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi

Hariannarasi.com, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti tingginya harga obat di Indonesia yang mencapai tiga hingga lima kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan Malaysia. 

Dirinya menduga ada praktik korupsi sistemik di dalam tata kelola industri kesehatan nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menkes Budi dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Kemenkes, Jakarta, baru-baru ini.

“Kita (Indonesia) sama Malaysia itu (harga obat) bedanya bisa lebih mahal 3 kali sampai 5 kali,” tegas Budi.

Sebagai contoh, Budi meminta masyarakat untuk membandingkan harga obat jenis Crestor atau Lipitor di Malaysia dengan di Indonesia.

Menurutnya, lonjakan harga hingga 500 persen tersebut sangat tidak masuk akal jika hanya dilimpahkan pada alasan beban pajak.

“Orang selalu bilang alasannya pajak, padahal pajak cuma 15-20 persen. Kalau karena pajak, paling beda harganya 20-30 persen, tidak sampai 500 persen. Itu pasti ada hal-hal lain di luar pajak yang tidak mau diungkap,” tambahnya.

Menkes menduga, melambungnya harga obat di Tanah Air disebabkan oleh kejanggalan pada struktur harga, jalur intermediasi (perantara), serta perilaku para pemangku kepentingan (stakeholder) di industri kesehatan.

Sebagai langkah tindak lanjut, Budi berkomitmen akan menertibkan tata kelola di sektor tersebut. “Perilaku seperti ini perlu ditata, supaya korupsi sistemiknya (systemic corruption) tidak terjadi,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ratusan Penderita HIV di Pringsewu Belum Terdeteksi, Dinkes Lampung Minta Warga Tak Takut Tes!
Jamin BPJS Kesehatan Warga di 2026, Pemprov Lampung Anggarkan Rp125 Miliar!
Kasus HIV di Lampung Tembus 6.696 Orang, DPRD Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret!
Wajib Tahu Sebelum ke Rumah Sakit! Ini 21 Penyakit yang Tak Lagi Dicover BPJS Mei 2026
Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus di Malang, Targetkan Beroperasi Akhir 2027
Bikin Ngelus Dada! Layanan RSUD Ryacudu Amburadul, Antrean Digital Zonk dan Kantong Obat Pun Tak Ada!
Wali Kota Eva dan Wagub Jihan Dampingi Wamenkes Tinjau Puskesmas Way Halim 2, Tekankan Pelacakan Kontak Erat Pasien TB
RSUD Bandar Negara Husada Bakal Jadi RS Rujukan Nomor Satu di Lampung? Begini Kata Wagub Jihan!
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 16:44 WIB

Ratusan Penderita HIV di Pringsewu Belum Terdeteksi, Dinkes Lampung Minta Warga Tak Takut Tes!

Senin, 18 Mei 2026 - 16:00 WIB

Jamin BPJS Kesehatan Warga di 2026, Pemprov Lampung Anggarkan Rp125 Miliar!

Jumat, 8 Mei 2026 - 04:52 WIB

Kasus HIV di Lampung Tembus 6.696 Orang, DPRD Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:30 WIB

Wajib Tahu Sebelum ke Rumah Sakit! Ini 21 Penyakit yang Tak Lagi Dicover BPJS Mei 2026

Jumat, 17 April 2026 - 06:13 WIB

Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus di Malang, Targetkan Beroperasi Akhir 2027

Berita Terbaru