Caption : Ist
Hariannarasi.com, Malang – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui entitas bisnis barunya, PT Suryavena Farma Indonesia, tengah menyiapkan pembangunan pabrik cairan infus di Karangploso, Malang, Jawa Timur.
Fasilitas produksi ini ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada akhir tahun 2027 atau awal 2028 untuk mewujudkan kemandirian di sektor kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah strategis ini diambil guna memenuhi tingginya kebutuhan medis internal. Saat ini, Muhammadiyah tercatat memiliki dan mengelola sekitar 130 rumah sakit serta lebih dari 300 klinik di seluruh Indonesia yang pasokan alat kesehatan dan obat-obatannya masih bergantung pada pihak luar.
Adapun rincian operasional pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia mencakup lokasi yang dibangun di atas lahan seluas 14 hektare yang telah dinyatakan memenuhi standar kelayakan industri, termasuk uji kualitas air.
Dengan kapasitas produksi, pabrik ditargetkan mampu memproduksi hingga 15 juta botol cairan infus per tahun.
Alokasi distribusi sebanyak 13 juta botol akan difokuskan untuk menyuplai kebutuhan fasilitas kesehatan internal Muhammadiyah, sementara sisanya akan dilepas ke pasar umum.
Sebelumnya, selama dua tahun terakhir, Muhammadiyah telah memproduksi cairan infus merek Suryavena melalui skema maklon (kerja sama dengan pabrik pihak ketiga). Namun, skema ini dinilai memiliki keterbatasan dalam menjamin ketersediaan pasokan.
Dengan beroperasinya pabrik di Malang ini, Muhammadiyah menargetkan terciptanya rantai pasokan medis yang jauh lebih stabil bagi seluruh jaringan rumah sakitnya, sekaligus memperkuat cengkeraman bisnis persyarikatan di industri farmasi nasional. (*)






