Caption : Ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pelaksanaan ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) dalam seleksi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Al Kautsar, Bandar Lampung, Selasa (5/5), diwarnai keluhan.
Sejumlah peserta memprotes sistem ujian yang dinilai bermasalah karena pilihan jawaban berpindah secara otomatis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu peserta seleksi, Pratama, mengungkapkan bahwa kendala teknis tersebut sudah terjadi sejak awal subtes. Ia mengaku sistem tidak merespons pilihan jawaban sebagaimana mestinya.
“Di awal masih lancar, tapi saat masuk subtes pertama sekitar nomor 10 mulai terasa janggal. Saya pilih jawaban A, tapi sistem justru otomatis berpindah ke D. Mau diklik berulang kali tetap pindah ke jawaban lain,” jelas Pratama.
Menurutnya, gangguan tersebut tidak hanya terjadi pada satu soal, melainkan berulang di hampir seluruh subtes. Beberapa soal juga dilaporkan sulit diklik dan membutuhkan beberapa kali percobaan.
Masalah ini dinilai sangat merugikan peserta karena waktu pengerjaan untuk setiap subtes hanya dibatasi selama tujuh menit.
Terkait kendala ini, Pratama mengaku telah melapor kepada panitia yang bertugas di lokasi. Namun, pihak panitia merespons bahwa sistem akan tetap menyimpan jawaban awal. “Panitia bilang tidak masalah karena nanti sistem akan membaca otomatis jawaban pertama yang dipilih,” tambahnya.
Kendala teknis ini turut dibenarkan oleh peserta lainnya, Jaya. Ia mengalami gangguan serupa yang mengakibatkan banyak waktu terbuang saat pengerjaan tes.
“Jadi pas CAT saya pilih jawaban apa, tapi sistem otomatis pindah sendiri, harus berulang kali kliknya. Ini sangat memakan waktu, bahkan merugikan kita sebagai peserta,” tegas Jaya dikutip dari Lampung Geh.
Atas kejadian ini, para peserta mendesak pihak panitia penyelenggara untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem CAT yang digunakan.
Mereka juga menuntut adanya solusi yang adil agar peserta yang terdampak gangguan teknis tidak dirugikan dalam proses seleksi tersebut. (*)






