Pembangunan Jalan di Tanggamus Butuh Rp3,6 Triliun, Tak Bisa Diselesaikan Instan

- Editor

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Tanggamus – Pembangunan infrastruktur jalan secara menyeluruh di Kabupaten Tanggamus diperkirakan menelan anggaran hingga Rp3,6 triliun. 

Mengingat besarnya dana yang dibutuhkan dan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), realisasi perbaikan jalan tersebut dipastikan tidak bisa dilakukan secara instan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Saiful, dalam acara peresmian operasional Samsat Kecamatan Talang Padang, Rabu (6/5/2026).

​Menurut Saiful, estimasi dana fantastis itu merujuk pada asumsi biaya pembangunan jalan berkualitas baik yang mencapai Rp7 miliar per kilometer. Bahkan, biaya tersebut dapat membengkak hingga mendekati Rp10 miliar per kilometer, bergantung pada spesifikasi teknis dan kondisi geografis lapangan.

​”Ini bukan angka kecil. Kalau kita bicara tuntas, kebutuhan jalan di Tanggamus mencapai Rp3,6 triliun,” kata Saiful.

Angka kebutuhan tersebut berbanding terbalik dengan kemampuan fiskal daerah. Diketahui, APBD Kabupaten Tanggamus saat ini hanya berada di kisaran Rp1,7 triliun per tahun.

Saiful menjelaskan, jika pemerintah daerah memaksakan seluruh anggarannya hanya untuk membiayai pembangunan jalan, hal itu akan memicu kelumpuhan pada sektor-sektor krusial lainnya.

​Imbasnya akan langsung terasa pada alokasi gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), penghasilan tetap (siltap) kepala pekon, hingga terganggunya berbagai layanan dasar masyarakat seperti kesehatan, operasional listrik, dan pembiayaan BPJS.

​”Kalau semua anggaran diarahkan ke jalan, maka sektor lain bisa lumpuh total,” tegasnya.

​Ia juga menambahkan gambaran mengenai skenario ekstrem. Seandainya 100 persen dana APBD difokuskan sepenuhnya untuk infrastruktur jalan tanpa membiayai sektor lain, penyelesaiannya tetap membutuhkan waktu setidaknya tiga tahun berturut-turut.

Kondisi fiskal daerah yang terbatas ini mengharuskan pemerintah melakukan pembangunan secara bertahap dan terukur.

Hal ini sekaligus menjadi penegasan kepada masyarakat bahwa perbaikan fasilitas publik membutuhkan proses panjang, perencanaan yang matang, serta prioritas anggaran yang jelas agar roda pemerintahan dan pelayanan dasar tetap berjalan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Lahan 4 Warga Ulu Belu Terbakar Malam Hari, PT PGE Kerahkan Mobil Pemadam dan 5 Personel
Bersihkan Jalan dari Debu Vulkanik Anak Krakatau, Polres Tanggamus Kerahkan Water Cannon
Viral Umpatan Wartawan Tai, Konten Kreator Makmun Serbaguna Dilaporkan ke Polres Tulang Bawang
ASN PPPK Bandar Lampung Ditangkap, Bawa Kabur Mahasiswi Tasikmalaya dan Pakai Data untuk Pinjol
Peras Kepala Desa Rp2,5 Juta, Oknum Wartawan Terjaring OTT Polres Pesawaran
Simpan 11 Klip Sabu, Dua Warga Labuhan Maringgai Diringkus Polisi
25 Jam Mengamuk, Gunung Anak Krakatau Kini Beralih ke Fase Strombolian!
Curi Toyota Rush, Pemuda Lampung Utara Diringkus Saat Hendak Jual Mobil di Bandar Lampung
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:21 WIB

Lahan 4 Warga Ulu Belu Terbakar Malam Hari, PT PGE Kerahkan Mobil Pemadam dan 5 Personel

Senin, 7 September 2026 - 14:42 WIB

Bersihkan Jalan dari Debu Vulkanik Anak Krakatau, Polres Tanggamus Kerahkan Water Cannon

Senin, 7 September 2026 - 14:13 WIB

Viral Umpatan Wartawan Tai, Konten Kreator Makmun Serbaguna Dilaporkan ke Polres Tulang Bawang

Senin, 7 September 2026 - 12:37 WIB

ASN PPPK Bandar Lampung Ditangkap, Bawa Kabur Mahasiswi Tasikmalaya dan Pakai Data untuk Pinjol

Senin, 7 September 2026 - 10:36 WIB

Peras Kepala Desa Rp2,5 Juta, Oknum Wartawan Terjaring OTT Polres Pesawaran

Berita Terbaru