Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Teheran – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara tegas memperingatkan sejumlah negara Arab di kawasan Timur Tengah untuk berhenti menjadi “boneka” bagi Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan peringatan tersebut dilontarkan sepekan setelah terjadinya eskalasi konflik regional di Timur Tengah.
Sebelumnya, Iran diketahui telah melancarkan serangkaian serangan yang menargetkan pangkalan militer AS yang berada di beberapa negara Arab, seperti Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, hingga Uni Emirat Arab (UEA).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Serangan tersebut diklaim sebagai bentuk balasan dari Iran karena negaranya telah diserang terlebih dahulu oleh pihak AS dan Israel pada Sabtu, 28 Maret.
Meski situasi memanas usai serangan tersebut, Presiden Pezeshkian menegaskan kembali komitmen negaranya bahwa Iran tidak pernah dan tidak akan merencanakan invasi terhadap negara tetangga mana pun.
Ia menekankan, Iran pada dasarnya selalu mengharapkan terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah. “Dewan Kepemimpinan sementara juga telah menyepakati aturan untuk tidak melancarkan agresi ke negara-negara tetangga, kecuali jika negara-negara tersebut menyerang Iran terlebih dahulu,” ungkap Presiden Iran.
Lebih lanjut, ia menyampaikan keyakinannya bahwa setiap ketegangan dan permasalahan antarnegara seharusnya diselesaikan melalui jalur diplomatik, seraya memperingatkan bahwa konflik bersenjata hanya akan menciptakan masalah baru dengan negara-negara tetangga.
Sebagai penutup, Pezeshkian kembali mendesak negara-negara Arab agar tidak tunduk pada imperialisme. Ia meminta agar setiap perselisihan internal di kawasan diselesaikan secara damai dan tidak membiarkan wilayah mereka dieksploitasi oleh kepentingan Israel maupun AS. (*)






