Dua Kapal Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Iran Belum Berikan Izin Melintas

- Editor

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Otoritas Iran hingga Sabtu (28/3/2026) pagi belum memberikan izin kepada dua kapal tanker Pertamina asal Indonesia yang membawa minyak mentah untuk melintasi jalur perairan Selat Hormuz. 

Di saat yang bersamaan, kapal tanker dari negara lain, termasuk negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia, telah diizinkan melewati jalur strategis tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah Iran mengenai alasan penahanan kapal berbendera Indonesia tersebut.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mengingat hubungan diplomatik Indonesia dan Iran yang telah terjalin lama sejak era Presiden Soekarno.

Secara diplomatis, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, diketahui belum melakukan pertemuan resmi dengan para pejabat pemerintahan RI sejak insiden serangan militer Amerika Serikat-Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu.

Boroujerdi sejauh ini baru menemui sejumlah tokoh nasional, di antaranya Jusuf Kalla dan Megawati Soekarnoputri.

Publik dan media sosial mengaitkan penahanan dua kapal Pertamina ini dengan tindakan hukum Indonesia terhadap kapal-kapal tanker milik Iran di masa lalu.

Pada Januari 2026, Kejaksaan Agung RI baru saja melelang kapal supertanker berbendera Iran, MT Arman 114, beserta muatan minyak mentahnya senilai Rp 1,1 triliun.

Kapal tersebut dirampas negara setelah ditangkap Bakamla pada Juli 2023 akibat melakukan transfer minyak ilegal, memalsukan identitas (AIS), dan mencemari Laut Natuna Utara.

Sebelumnya, pada Januari 2021, Indonesia juga pernah menahan kapal tanker Iran, MT Horse, akibat pelanggaran batas wilayah perairan dan transfer BBM ilegal di perairan Kalimantan.

Namun, pemerintah Indonesia melepaskan kapal tersebut beserta seluruh awaknya pada Mei 2021 setelah melalui proses diplomasi.

Meski rekam jejak penyitaan kapal Iran oleh Indonesia ini memicu spekulasi mengenai adanya aksi balasan, sejumlah pengamat menilai berbeda.

Mereka berpendapat bahwa tertahannya kapal tanker Indonesia di Selat Hormuz saat ini lebih dipengaruhi oleh lambatnya proses teknis diplomasi antarnegara, bukan karena konflik politik atau imbas dari pelelangan MT Arman 114. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bandara Arab Saudi Diserang Rudal, 12 Tewas dan 309 Luka, Bandara Lumpuh Total!
Jadi Tentara Bayaran Rusia, WNI Asal Natuna Tewas Dihantam Drone Ukraina!
Sempat Mangkrak 2 Dekade, Proyek Tambang Rp268 T Ini Disulap Trump Jadi Pabrik Baja Terbesar AS!
Viral! Pria Kanada Kembali Prediksi Gempa Dahsyat di RI dalam Waktu Dekat, Ini Respons Tegas BMKG!
Serukan Kemerdekaan Palestina, Media Israel Sindir Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak ‘Free Palestine’
Netanyahu dan Warga Israel Gelar Doa Bersama di Komplek Masjidil Aqsa, Arab Saudi Meradang!
Intelijen Iran Unit 4.000 IRGC Bidik Pelabuhan Tanjung Priok, Tiga WNI Dilaporkan Direkrut
Aniaya Staf, Istri Presiden RI Pertama Ini Dituntut Jaksa Tokyo Denda Rp22,8 Juta! 
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Bandara Arab Saudi Diserang Rudal, 12 Tewas dan 309 Luka, Bandara Lumpuh Total!

Rabu, 30 September 2026 - 09:56 WIB

Jadi Tentara Bayaran Rusia, WNI Asal Natuna Tewas Dihantam Drone Ukraina!

Rabu, 30 September 2026 - 09:07 WIB

Sempat Mangkrak 2 Dekade, Proyek Tambang Rp268 T Ini Disulap Trump Jadi Pabrik Baja Terbesar AS!

Selasa, 22 September 2026 - 11:37 WIB

Viral! Pria Kanada Kembali Prediksi Gempa Dahsyat di RI dalam Waktu Dekat, Ini Respons Tegas BMKG!

Senin, 21 September 2026 - 12:43 WIB

Serukan Kemerdekaan Palestina, Media Israel Sindir Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak ‘Free Palestine’

Berita Terbaru