Gubernur dan Polda Lampung Ungkap 47 Potensi Konflik Agraria, Ancam Cabut Izin HGU Perusahaan Membandel!

- Editor

Senin, 14 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Gubernur dan Kapolda Lampung saat Konferensi Pers bersama rekan media. 

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mendeteksi sedikitnya 47 potensi konflik agraria yang tersebar di sejumlah wilayah Provinsi Lampung.

Guna mencegah konflik terbuka, pihak kepolisian mendorong pemerintah daerah untuk menagih kewajiban perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) terhadap masyarakat sekitar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, menyampaikan hal tersebut usai rapat koordinasi penyelesaian potensi konflik dan reforma agraria.

Ia menegaskan, penyelesaian konflik saat ini difokuskan pada dua skema aturan yang melibatkan pemerintah daerah dan pihak HGU.

​Dua landasan hukum utama yang digunakan adalah:

  • ​Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2021: Mewajibkan perusahaan merealisasikan 20 persen lahan bagi masyarakat di sekitar area HGU.
  • ​Permendagri Nomor 52 Tahun 2014: Mengatur tentang perlindungan dan pengakuan masyarakat hukum adat.

​”Untuk yang sudah terealisasi menggunakan PP 26/2021 kurang lebih ada 45 persen. Sisa 55 persen saat ini sedang diupayakan untuk segera direalisasikan,” ujar Irjen Pol Helfi.

​Untuk mempercepat realisasi tersebut, Polda Lampung mendorong Pemda untuk menyamakan persepsi dan segera menagih penawaran serta pemenuhan kewajiban dari perusahaan HGU.

​Kapolda secara tegas memperingatkan adanya sanksi administratif bagi perusahaan yang tidak menjalankan amanat PP Nomor 26 Tahun 2021.

Sanksi tersebut akan diberikan secara bertahap, yakni:

  • ​Teguran pertama dan kedua.
  • ​Pembekuan izin usaha perkebunan.
  • ​Pencabutan izin usaha.

​Selain sanksi pencabutan izin, perusahaan pelanggar juga diancam hukuman denda, pendekatan aturan dan sanksi ini merupakan upaya penyelesaian masalah secara humanis.

“Denda yang diberikan ini luasan area lahan dikalikan biaya produksi atau pembangunan kebun. Nantinya akan diberikan sebagai pendapatan asli daerah (PAD) atau kepada pemerintah maupun negara,” jelas Helfi.

Polda Lampung mengedepankan mediasi yang persuasif kepada masyarakat maupun pemegang HGU guna mencegah timbulnya konflik terbuka di lapangan. (*)

Berikut video lengkapnya:

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Orang Tua Batalkan Damai Setelah Lihat Video Utuh, Kasus Bullying Anak di Lambar Berlanjut ke Jalur Hukum! 
Patroli Rutin Berbuah Manis, Polisi Ciduk 7 Orang di Tubabar, 125 Ekstasi dan Sabu Disita
Gerebek 3 Lokasi di Wonosobo, Polres Tanggamus Sita 58 Paket Sabu dan Ekstasi Barongsai
Polres Lampung Utara Gandeng Denpom Kotabumi Razia Hiburan Malam, Sasar Dua Karaoke!
Wali Kota Bandar Lampung Rotasi 13 Pejabat Eselon II, Ini Daftar Lengkapnya! 
Diduga Hendak Transaksi di Parkiran Chandra Teluk, Pria Paruh Baya Diciduk Bawa Ganja 589,97 Gram
Waspada! Pekan Depan Polres Tanggamus Angkut Motor Knalpot Brong, RX King Kena Ultimatum
Gerebek Besar di Pesawaran: 401 Polisi Datang Bandar Hilang? 6 Pelajar Malah Diamankan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 11:48 WIB

Orang Tua Batalkan Damai Setelah Lihat Video Utuh, Kasus Bullying Anak di Lambar Berlanjut ke Jalur Hukum! 

Minggu, 8 November 2026 - 11:36 WIB

Patroli Rutin Berbuah Manis, Polisi Ciduk 7 Orang di Tubabar, 125 Ekstasi dan Sabu Disita

Minggu, 8 November 2026 - 07:56 WIB

Gerebek 3 Lokasi di Wonosobo, Polres Tanggamus Sita 58 Paket Sabu dan Ekstasi Barongsai

Minggu, 8 November 2026 - 07:28 WIB

Wali Kota Bandar Lampung Rotasi 13 Pejabat Eselon II, Ini Daftar Lengkapnya! 

Sabtu, 7 November 2026 - 17:41 WIB

Diduga Hendak Transaksi di Parkiran Chandra Teluk, Pria Paruh Baya Diciduk Bawa Ganja 589,97 Gram

Berita Terbaru