Caption : Rektor UGM Prof. Ova Emilia.
Hariannarasi.com, Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan format ijazah Sarjana (S1) milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) telah sesuai dengan format yang berlaku di Fakultas Kehutanan UGM pada periode kelulusannya.
Penjelasan ini disampaikan untuk menjawab perhatian publik terkait perbedaan format tulisan dan sistem penomoran ijazah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rektor UGM Prof. Ova Emilia menjelaskan, perbedaan ijazah kelulusan era tersebut dengan dokumen akademik masa kini terjadi karena sistem administrasi perguruan tinggi belum terkomputerisasi.
Penulisan ijazah pada masa itu masih dilakukan secara manual dengan tulisan tangan halus, serta belum ada standar format nasional yang seragam dari Ditjen Dikti.
”Waktu itu belum ada penyeragaman seperti saat ini di mana Dikti memiliki format khusus, sehingga ada perbedaan antara satu dan lainnya. Tetapi kami memiliki dokumen arsip untuk hal itu,” kata Ova Emilia dalam konferensi pers di Gedung Pusat UGM, Selasa (8/9/2026).
Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta menambahkan, pihak fakultas telah melakukan verifikasi silang dengan membandingkan ijazah Jokowi dan ijazah sejumlah alumni satu angkatan yang lulus pada waktu bersamaan.
Hasil pencocokan menunjukkan bahwa format ijazah milik Jokowi konsisten dengan ijazah lulusan lain pada era tersebut.
Ova menegaskan, pembukaan arsip dan verifikasi ijazah ini merupakan bentuk tanggung jawab serta layanan standar kampus kepada seluruh alumni yang memerlukan kepastian status akademik, bukan perlakuan khusus terhadap Jokowi.
”Bukan karena yang dipertanyakan ini orang nomor satu, tetapi jika ada alumni yang ingin diverifikasi, kami juga akan melakukan langkah-langkah verifikasi sesuai proporsinya,” ujar Ova. (*)






