Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempercepat pembangunan proyek pabrik bioetanol.
Rencananya, tahap konstruksi proyek strategis yang bertujuan mendorong transisi energi hijau dan mengurangi ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) ini akan dimulai pada kuartal III tahun 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, secara langsung telah meninjau kesiapan lahan calon pabrik bioetanol di Lampung.
Proyek energi terbarukan ini terwujud lewat kolaborasi investasi lintas sektor yang melibatkan PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), Danantara Investment Management, serta komitmen penyediaan hulu dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, menjelaskan, Lampung memiliki keunggulan strategis dari sisi geografis maupun ketersediaan bahan baku untuk mendukung ekosistem bioetanol nasional.
“Melalui teknologi ini dapat dilakukan percepatan transisi energi hijau, sekaligus mendukung kebijakan wajib pencampuran etanol pada bahan bakar bensin. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk mengoptimalkan potensi komoditas pertanian lokal,” ujar Mulyadi, Selasa (9/6/2026).
Guna menjamin keberlanjutan pasokan produksi, Pemprov Lampung menerapkan pendekatan multifeedstock yang memungkinkan pemakaian beragam jenis bahan baku secara fleksibel.
Bahan baku tersebut akan disuplai dari komoditas pertanian unggulan lokal seperti jagung, tebu, ubi kayu (singkong), hingga biomassa lainnya.
Saat ini, sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian Lampung dengan produksi jagung mencapai 2,7 juta ton per tahun.
Selain memperkuat kemandirian energi nasional, proyek kawasan industri bioetanol ini diproyeksikan akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah.
Penyerapan hasil panen secara masif diyakini mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. (*)






