Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Masa di Level Rp18.000, Ini Biang Keroknya!

- Editor

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus rekor terendah sepanjang sejarah dengan menyentuh level psikologis Rp18.000 pada Kamis (4/6/2026) pagi.  

Pelemahan ini dipicu oleh tingginya arus modal asing yang keluar dari Indonesia serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data Investing pada pukul 06.45 WIB, nilai tukar mata uang Garuda berada di posisi Rp18.015 per dolar AS. Bahkan, data Google Finance pada malam sebelumnya menunjukkan kurs sempat mencapai Rp18.022 per dolar AS.

Meski begitu, pada pergerakan siang hari, rupiah perlahan berbalik menguat ke kisaran Rp17.900 per dolar AS.

​Chief Economist Bank Tabungan Negara (BTN) Myrdal Gunarto menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah ditekan oleh kombinasi faktor domestik dan eksternal.

​”Tekanan terhadap rupiah hari ini berasal dari kombinasi keluarnya dana asing dari pasar keuangan Indonesia, berkurangnya pasokan valuta asing (valas) domestik, hingga meningkatnya ketidakpastian global,” jelas Myrdal.

Menurut Myrdal, ketegangan geopolitik mendorong investor global untuk mengalihkan dananya dari negara berkembang (emerging market) ke negara maju (developed market) yang dianggap memiliki risiko lebih rendah.

Selain memburu aset aman (safe haven), investor asing juga merespons evaluasi dari lembaga pemeringkat (rating agency) serta menyoroti arah kebijakan-kebijakan terbaru pemerintah Indonesia.

​Derasnya aliran modal asing yang keluar (capital outflow) terlihat jelas di pasar saham domestik. Sepanjang Jumat (29/5/2026), nilai dana asing yang keluar mencapai 478,5 juta dolar AS, dan berlanjut sebesar 78,13 juta dolar AS pada perdagangan Selasa (2/6/2026).

​Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026), rupiah juga sudah menunjukkan tren penurunan dengan ditutup melemah 127,5 poin atau 0,71 persen di level Rp17.966,5 per dolar AS.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

IHSG Anjlok 11 Persen Gara-gara MSCI, Prabowo Kirim Pesan Keras: Bangsa Indonesia Tidak Takut!
Ancaman Degradasi MSCI Memuncak, BEI Depak 80 Saham Konsentrasi Tinggi dari IHSG, Ini Daftarnya!
IHSG Anjlok 11,57 Persen, CELIOS Sebut Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Jadi Pemicu Ancaman MSCI
IHSG Dibuka Anjlok 4,39 Persen ke Level 4.957, Saham BBCA Rontok Sentuh ARB!
Tancap Gas! Pemprov Lampung Kebut Kawasan Industri Raksasa Katibung, dari Kilang Minyak hingga Pabrik Bioetanol
IHSG Anjlok 8 Persen! Pimpinan DPR, Danantara, OJK dan Kapolri Datangi BEI
Ekonomi Lampung Triwulan II 2026 Tumbuh di Atas 5 Persen, Tertinggi Kedua se Sumatera
KUR BRI 2026: Ini Syarat, Bunga, dan Rincian Cicilan Bulanannya!
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Ancaman Degradasi MSCI Memuncak, BEI Depak 80 Saham Konsentrasi Tinggi dari IHSG, Ini Daftarnya!

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:08 WIB

IHSG Anjlok 11,57 Persen, CELIOS Sebut Akuisisi BYAN oleh Haji Isam Jadi Pemicu Ancaman MSCI

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:56 WIB

IHSG Dibuka Anjlok 4,39 Persen ke Level 4.957, Saham BBCA Rontok Sentuh ARB!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Tancap Gas! Pemprov Lampung Kebut Kawasan Industri Raksasa Katibung, dari Kilang Minyak hingga Pabrik Bioetanol

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:45 WIB

IHSG Anjlok 8 Persen! Pimpinan DPR, Danantara, OJK dan Kapolri Datangi BEI

Berita Terbaru