Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Jakarta – Mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia sekaligus mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026).
Almarhum mengembuskan napas terakhir pada usia 75 tahun saat menjalani perawatan di ruang Cardiovascular Intensive Care Unit (CICU) RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, sekitar pukul 14.03 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabar wafatnya tokoh militer senior ini dikonfirmasi melalui pesan yang beredar di kalangan keluarga besar TNI dan kerabat dekat. Kepergian Ryamizard meninggalkan duka mendalam bagi institusi pertahanan dan keamanan negara.
Lahir di Palembang, Sumatra Selatan, pada 21 April 1950, Ryamizard merupakan putra dari Mayjen TNI (Purn) Musannif Ryacudu. Ia lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada 1974 dari kecabangan infanteri.
Reputasinya di militer dikenal sebagai perwira tempur yang kaya akan pengalaman di berbagai daerah operasi dan dekat dengan prajurit.
Rekam Jejak Karier
Selama lebih dari empat dekade mengabdi, Ryamizard memegang berbagai posisi strategis, baik di lingkungan kemiliteran maupun pemerintahan. Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya meliputi:
- Pangdam V/Brawijaya & Pangdam Jaya, memimpin komando teritorial di wilayah Jawa Timur dan Ibu Kota Jakarta.
- Panglima Kostrad, memimpin satuan elite Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat pada masa krusial transisi reformasi.
- Kepala Staf TNI Angkatan Darat (2002–2005), puncak karier kemiliterannya, di mana ia menempatkan disiplin, profesionalisme, dan penanganan isu separatisme sebagai fokus utama pembinaan TNI AD.
- Menteri Pertahanan RI (2014–2019), usai purnatugas dari militer, ia dipercaya oleh Presiden Joko Widodo masuk dalam Kabinet Kerja.
Selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan, kebijakan Ryamizard difokuskan pada modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista), penguatan industri pertahanan nasional, kerja sama militer internasional, serta penanggulangan terorisme dan ancaman keamanan nonmiliter di era digital.
Hingga akhir hayatnya, almarhum Ryamizard Ryacudu dikenal luas oleh publik sebagai figur yang tegas dan memiliki komitmen kuat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (*)






