Dinilai Tak Tepat Sasaran, KPK Sorot Program MBG!

- Editor

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum tepat sasaran. 

Berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan evaluasi tata kelola, KPK menemukan indikasi bahwa masyarakat miskin dan kelompok rentan justru belum menerima manfaat program tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminuddin, mengungkapkan bahwa risiko ketidaktepatan sasaran penerima MBG masih sangat tinggi. Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi bersama jurnalis pada Rabu (20/5).

​”Yang mestinya mereka secara ekonomi tidak mampu, bahkan kadang-kadang sehari makan cuma sekali, justru tidak dapat program MBG. Tapi mereka yang secara ekonomi sudah cukup, justru mendapatkan program MBG,” ujar Aminuddin.

Menurut Aminuddin, kelompok yang semestinya menjadi sasaran prioritas seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dari kalangan kurang mampu di beberapa tempat belum tersentuh.

Walaupun ia menyebut temuan ini masih bersifat kasuistis dan tidak dapat disamaratakan secara nasional, hal tersebut harus menjadi peringatan bagi pemerintah untuk segera memperbaiki mekanisme pendataan.

​KPK menilai masalah ketidaktepatan ini dipicu oleh orientasi pelaksanaan program yang keliru. Program MBG saat ini dianggap hanya fokus mengejar target kuantitas (jumlah penerima) dibandingkan pencapaian tujuan utamanya, yaitu menekan angka stunting, malnutrisi, dan gizi buruk.

​”Sekarang output-nya diukur dari seberapa banyak jumlah penerima makan bergizi gratis. Padahal tujuannya adalah agar orang-orang yang mengalami malnutrisi, stunting, ibu hamil, balita kurang gizi, serta ibu menyusui itu mendapat asupan gizi yang cukup,” tegasnya.

Sebagai solusi perbaikan, KPK merekomendasikan agar data penerima Program MBG disinkronisasikan langsung dengan basis data kesehatan milik pemerintah.

Menurut Aminuddin, data yang dimiliki oleh Kementerian Kesehatan maupun Dinas Kesehatan di daerah mengenai peta wilayah stunting tinggi dan masyarakat rentan seharusnya dijadikan landasan utama dalam menentukan penerima manfaat program tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kontak Tembak dengan OPM di Sungai Frambu Berbuah Hasil, TNI Temukan Caracal dan K3 Daewoo di Gua Ayata
Jakarta Diselimuti Toxic Haze! BMKG: Asap Karhutla Sumatera-Kalimantan Sudah Masuk Ibu Kota
Gaji 120 Persen di Atas UMR, BUMN Agrinas Palma Buka 10.000 Loker!
Koordinator BEM UI Dianiaya dan Diancam Dibunuh di Tebet, Tas Pelaku Tertinggal di Lokasi
Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Palembang, Kualitas Udara Tembus Level Berbahaya!
Pangkas Data Invalid, Ibadah Haji Kini Lebih Cepat, Antrean dari 49 Tahun Jadi 14 Tahun
Gunakan Drone Thermal untuk Deteksi Pergerakan, TNI Lumpuhkan Empat Anggota OPM di Intan Jaya
Sempat Kritis Tak Sadarkan Diri, Guruh Soekarnoputra Tutup Usia Pagi Ini
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:28 WIB

Kontak Tembak dengan OPM di Sungai Frambu Berbuah Hasil, TNI Temukan Caracal dan K3 Daewoo di Gua Ayata

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Jakarta Diselimuti Toxic Haze! BMKG: Asap Karhutla Sumatera-Kalimantan Sudah Masuk Ibu Kota

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Gaji 120 Persen di Atas UMR, BUMN Agrinas Palma Buka 10.000 Loker!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:25 WIB

Koordinator BEM UI Dianiaya dan Diancam Dibunuh di Tebet, Tas Pelaku Tertinggal di Lokasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Palembang, Kualitas Udara Tembus Level Berbahaya!

Berita Terbaru