Indonesia Siap Jadi Negara Pertama Pengguna Tabung CNG 3 Kg untuk Rumah Tangga

- Editor

Minggu, 17 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi

Hariannarasi.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah merancang transformasi energi nasional dengan menyiapkan penggunaan tabung Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kilogram (kg) untuk kebutuhan rumah tangga. 

Langkah substitusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) ini diklaim akan menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang mengaplikasikan teknologi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyatakan tabung yang akan digunakan adalah jenis CNG Type-4. Tabung generasi terbaru ini berbahan komposit fiber berlapis dengan bagian dalam (inner liner) khusus non-logam, sehingga bobotnya jauh lebih ringan dibandingkan tabung baja konvensional.

​“Insyaallah tipe 4 ini untuk tabung 3 kilogram nanti akan pertama di dunia, itu adalah di Indonesia,” ujar Laode dalam acara bincang-bincang bersama APLCNGI dan Aspebindo, dikutip dari RuangEnergi.com.

Langkah ini diproyeksikan sebagai solusi strategis jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan impor LPG yang kian membengkak.

Berdasarkan hasil simulasi pemerintah, peralihan dari LPG ke CNG berpotensi memangkas beban subsidi energi nasional hingga 20-30 persen serta menghemat cadangan devisa negara. Terlebih, pasokan gas bumi domestik saat ini dinilai cukup melimpah untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

​Selain dinilai lebih efisien dari sisi biaya logistik karena bobotnya yang ringan, tabung CNG Type-4 juga memiliki keunggulan teknis. Desain tabung ini lebih tahan korosi dan diklaim lebih aman dari risiko ledakan, meski harus menahan tekanan gas yang sangat tinggi hingga kisaran 250 bar.

​Untuk memudahkan masa transisi, pemerintah memastikan sistem katup (valve) dan konverter pada tabung CNG akan dibuat plug and play. Dengan sistem ini, masyarakat dapat langsung menggunakannya tanpa perlu mengganti kompor LPG yang sudah ada di rumah.

​Meski demikian, implementasi program ini masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Di antaranya adalah mahalnya biaya produksi tabung komposit, perlunya pembangunan rantai distribusi CNG rumah tangga yang baru, serta standar pengamanan ketat karena gas beroperasi dalam tekanan sangat tinggi.

Saat ini, pihak Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) masih melangsungkan kajian teknis dan uji keselamatan komprehensif. Pengujian ini ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan ke depan sebelum program tersebut dapat direalisasikan secara masif. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bikin Geram Warganet! Istana Diduga Pakai Lagu AI untuk Upacara HUT ke-81 RI
Gempa Dahsyat M 7,7 Luluhlantakkan NTT, 14 Nyawa Melayang!
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT: Pelabuhan, Bandara, hingga Kampus Rusak Berat
Prabowo Cecar Aparat soal 1.000 Tambang Ilegal: Masak Pejabat TNI-Polri Tidak Tahu?! 
Ketum AJI Tegaskan Jurnalis Bekerja untuk Publik: Jawab Tudingan ‘Londo Ireng’ hingga ‘Kawanan Sirkus’
MV Cape San Juan Bersandar di Pelabuhan Panjang, Bawa Alutsista Super Garuda Shield 2026
527 Siswa Papua Keracunan MBG, Guntur Romli Desak Proses Hukum Pengelola Dapur
Menyusul Surabaya, Mal Kota Kasablanka Jakarta Pasang Pagar Besi Lancip Setinggi 2,5 Meter
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Bikin Geram Warganet! Istana Diduga Pakai Lagu AI untuk Upacara HUT ke-81 RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Gempa Dahsyat M 7,7 Luluhlantakkan NTT, 14 Nyawa Melayang!

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT: Pelabuhan, Bandara, hingga Kampus Rusak Berat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Prabowo Cecar Aparat soal 1.000 Tambang Ilegal: Masak Pejabat TNI-Polri Tidak Tahu?! 

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Ketum AJI Tegaskan Jurnalis Bekerja untuk Publik: Jawab Tudingan ‘Londo Ireng’ hingga ‘Kawanan Sirkus’

Berita Terbaru