Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman multidimensi.
Hal tersebut mengemuka dalam pembukaan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (19/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, yang hadir mewakili Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan, konsepsi pertahanan negara saat ini telah bergeser dan tidak lagi menjadi ranah eksklusif militer.
“Pertahanan negara hari ini bukan hanya tanggung jawab TNI, tetapi membutuhkan sinergi pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, hingga generasi muda,” ujar Marindo dalam sambutannya.
Menurutnya, tema KKDN mengenai strategi pertahanan di wilayah Lampung sangat relevan dengan ancaman global saat ini, yang mencakup kejahatan siber, disinformasi, penyelundupan narkotika, perdagangan manusia, hingga krisis akibat perubahan iklim.
Sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera, posisi geografis Lampung sangat strategis dalam distribusi logistik dan mobilitas nasional.
Keberadaan infrastruktur vital seperti Selat Sunda, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Panjang, dan Jalan Tol Trans Sumatera menuntut pengawasan ekstra ketat terhadap distribusi barang ilegal serta peningkatan mitigasi bencana alam seperti gempa bumi dan cuaca ekstrem.
Selain keamanan, ketahanan pangan juga menjadi aspek penting dalam pertahanan negara. Saat ini, Lampung berperan sebagai lumbung pangan nasional, salah satunya dengan menyumbang 70 persen total produksi tapioka di Indonesia.
Pemprov Lampung terus mendorong hilirisasi pertanian dan penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi.
Di tempat yang sama, Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho mengapresiasi dukungan penuh Pemprov Lampung.
Ia menjelaskan, jika kegiatan KKDN ini berlangsung dari tanggal 17 hingga 22 Mei 2026 dan melibatkan 59 mahasiswa program magister.
Para mahasiswa ditugaskan untuk melakukan riset, pemetaan, dan audiensi terkait potensi pertanian, maritim, ekonomi, serta ketahanan nasional di Lampung.
“Hasil penelitian mahasiswa selama KKDN diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis bagi penguatan kebijakan pertahanan negara dan pembangunan ketahanan wilayah di Lampung,” kata Anton.
Ia menambahkan, ancaman terhadap negara berkembang semakin kompleks, mencakup kejahatan lintas negara hingga keamanan maritim.
Melalui kolaborasi riset akademik ini, diharapkan lahir kebijakan dan langkah konkret yang mampu meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam merespons berbagai ancaman di masa depan. (*)






