Caption : ist
Hariannarasi.com, Yogyakarta – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Tiyo Ardiyanto melontarkan kritik tajam terhadap gaya komunikasi publik Presiden Prabowo Subianto.
Pihak mahasiswa menilai narasi pemerintah saat ini terlalu didominasi oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga mengaburkan isu-isu strategis nasional lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua BEM UGM ini menyatakan, bahwa dalam berbagai forum resmi maupun pertemuan publik, Presiden dinilai terlalu sering mengarahkan pembahasan kembali ke program MBG.
Hal ini memicu sindiran bahwa publik kini sulit membedakan peran Prabowo sebagai kepala negara dengan peran layaknya seorang pimpinan perusahaan program tersebut.
”Publik menjadi sulit membedakan peran Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan dengan peran layaknya ‘CEO MBG’,” ujar Ketua BEM UGM dalam pernyataan tertulisnya.
Pihak mahasiswa mendesak pemerintah untuk memberikan porsi komunikasi yang lebih proporsional terhadap agenda besar lainnya. Menurut BEM UGM, terdapat sejumlah sektor krusial yang seharusnya mendapatkan atensi serupa di ruang publik, antara lain:
1. Sektor Pendidikan, terkait pemerataan kualitas dan akses.
2. Reformasi Birokrasi, efisiensi tata kelola pemerintahan.
3. Ketahanan Energi, strategi menghadapi krisis energi global.
4. Transparansi Anggaran, akuntabilitas penggunaan dana negara.
Hingga saat ini, pihak Istana belum memberikan tanggapan resmi terbaru mengenai kritik spesifik yang disampaikan oleh Ketua BEM UGM tersebut. (*)






