Sentil Anggota Dewan, Mendikdasmen: Banyak dari Mereka Lulusan Paket C!

- Editor

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat program pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). 

Langkah ini diambil sebagai strategi utama dalam menekan angka putus sekolah dan meningkatkan rata-rata lama belajar di Indonesia. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI pada Selasa (21/1), Mu’ti mengungkapkan, pendidikan nonformal, khususnya program Paket C (setara SMA), memiliki peran strategis.

Ia bahkan menyebutkan bahwa jalur ini telah mencetak banyak lulusan yang kini menjabat sebagai anggota dewan. “Paling banyak itu Paket C. Banyak anggota dewan yang juga lulusan Paket C,” ujar Mu’ti di depan peserta rapat yang disambut riuh forum.

Menurut Mu’ti, tingginya angka anak tidak sekolah di Indonesia dipicu oleh berbagai faktor kompleks, mulai dari masalah ekonomi, hambatan geografis, hingga persoalan kultural seperti pernikahan usia dini. Oleh karena itu, Kemendikdasmen berencana memperluas layanan PKBM, baik di dalam negeri maupun untuk warga negara Indonesia di luar negeri.

Fokus pengembangan akan diarahkan pada penguatan program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, serta penyediaan kursus keterampilan.

Sebagai ilustrasi, Mu’ti memaparkan temuan di sebuah PKBM di Majalengka yang menampung lebih dari 300 peserta didik, dengan mayoritas mengambil program Paket C. Hal ini dinilai membuktikan bahwa pendidikan kesetaraan menjadi pilihan realistis bagi masyarakat.

Penataan Administrasi dan Anggaran

Meski mendorong ekspansi PKBM, Mendikdasmen menekankan pentingnya penataan dan pengawasan yang lebih ketat. Hal ini berkaitan dengan alokasi Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) yang diterima oleh seluruh peserta didik program kesetaraan.

​Mu’ti menegaskan tidak boleh ada lagi praktik penyimpangan akademik, seperti kelulusan yang tidak sesuai jenjang atau prosedur “lompat” tingkat.

​”Kami pastikan tidak boleh ada yang lompat-lompat. Paket C lulus dulu, Paket B menyusul. Itu tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.

Saat ini, Kemendikdasmen telah mengoptimalkan direktorat khusus yang menangani pendidikan informal dan nonformal guna memastikan target penurunan angka putus sekolah dapat tercapai secara akuntabel. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dua Pelajar asal Lamsel Lolos Paskibraka Nasional 2026, Wagub Jihan Titip Nama Baik Daerah
Fenomena Langka di Bandar Lampung! Sepi Peminat, Sekolah Ini Hanya Terima 2 Murid Baru!
Kucurkan Anggaran Rp500 Miliar, 703 Sekolah di Lampung Sukses Direvitalisasi Sepanjang 2025
Ratusan Calon Siswa Terlantar Tanpa Sekolah, Disdikbud Bandar Lampung Putar Otak!
Cetak Sejarah! UM Metro Jadi Kampus Pertama Buka Prodi Kedokteran Hewan di Sumbagsel
Anak Gagal Masuk SMPN Meski Jarak Dekat, Sejumlah Orang Tua Geruduk Disdikbud Bandar Lampung
Rumah Berjarak 20 Meter dan Sempat Tunda 1 Tahun, Calon Siswa Ini Gagal Lagi Masuk SMPN 19 Bandar Lampung Jalur Domisili
Viral! Ditanya Soal Program MBG, Jawaban Anak-Anak Ini Jadi Sorotan
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:14 WIB

Dua Pelajar asal Lamsel Lolos Paskibraka Nasional 2026, Wagub Jihan Titip Nama Baik Daerah

Senin, 13 Juli 2026 - 08:59 WIB

Fenomena Langka di Bandar Lampung! Sepi Peminat, Sekolah Ini Hanya Terima 2 Murid Baru!

Senin, 13 Juli 2026 - 07:53 WIB

Kucurkan Anggaran Rp500 Miliar, 703 Sekolah di Lampung Sukses Direvitalisasi Sepanjang 2025

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:20 WIB

Ratusan Calon Siswa Terlantar Tanpa Sekolah, Disdikbud Bandar Lampung Putar Otak!

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:16 WIB

Cetak Sejarah! UM Metro Jadi Kampus Pertama Buka Prodi Kedokteran Hewan di Sumbagsel

Berita Terbaru