Anak Gagal Masuk SMPN Meski Jarak Dekat, Sejumlah Orang Tua Geruduk Disdikbud Bandar Lampung

- Editor

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Sejumlah orang tua calon siswa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung untuk menyampaikan protes dan keluhan terkait hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027.

Mereka mengeluhkan banyaknya calon peserta didik yang gagal diterima di sekolah negeri, padahal jarak domisili mereka dinilai sangat dekat dengan sekolah tujuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Fiska, salah satu orang tua siswa, mengungkapkan kekecewaannya setelah anaknya gagal diterima di tiga pilihan sekolah terdekat dari rumahnya, yakni SMPN 14, SMPN 13, dan SMPN 26.

Ia menyebutkan, jika jarak rumahnya dengan sekolah-sekolah tersebut hanya berkisar 600 meter.

​”Harapannya kalau tidak masuk pilihan pertama bisa diterima di pilihan kedua atau ketiga. Ternyata semuanya gagal,” ujar Fiska.

​Lebih lanjut, Fiska turut mempertanyakan transparansi penerapan kuota jalur domisili. Menurutnya, masyarakat sejak awal menerima informasi bahwa kuota untuk jalur domisili dialokasikan sebesar 40 persen.

Namun, pada praktiknya, jumlah siswa yang diterima melalui jalur ini dinilai jauh lebih sedikit. Fiska mengaku sempat mendapat penjelasan dari pihak terkait bahwa kuota jalur domisili ternyata digabung dengan jalur mutasi.

Ia menyayangkan kebijakan tersebut karena tidak disosialisasikan kepada masyarakat sejak awal pendaftaran.

​Selain persoalan kuota, para orang tua juga mengkritik sistem pemeringkatan daring (online) yang dinilai tidak transparan.

Pembaruan data posisi nilai anak yang tidak berjalan secara seketika (real-time) dinilai sangat menyulitkan orang tua dalam memantau peluang kelulusan selama proses seleksi berlangsung.

​Keluhan serupa juga disampaikan oleh Kurnia, warga asal Labuhan Ratu. Anaknya yang mendaftar ke SMPN 8, SMPN 34, dan SMPN 22 dinyatakan tidak lolos dengan alasan kuota sekolah telah penuh.

​Kurnia menyoroti adanya potensi kecurangan dalam penentuan titik koordinat lokasi rumah pada sistem pendaftaran daring.

“Kemungkinan masih ada celah manipulasi yang memungkinkan jarak domisili pendaftar tertentu diubah agar terlihat lebih dekat dengan sekolah dari kondisi sebenarnya,” ujarnya dikutip dari detik.com

​Menghadapi persoalan ini, para orang tua mendesak pemerintah terkait untuk segera mengevaluasi sistem penerimaan dan memberikan solusi konkret.

Mereka menyatakan kesediaannya apabila anak mereka dipindahkan ke SMP Negeri lain di luar pilihan awal, asalkan tetap mendapatkan hak pendidikan di sekolah negeri.

Jika tidak ada penyelesaian dari pihak pemerintah, para orang tua mengaku terpaksa mendaftarkan anak mereka ke sekolah swasta guna menghindari risiko putus sekolah. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dari Kelas Hingga Musala, Wajah SMKN 1 Kota Agung Barat Berubah Total Usai Disentuh CSR PT Asia Makmur
Heboh! Disdikbud Bandar Lampung Anggarkan Rp8,79 Miliar untuk 211 Motor Vario
Dipicu Masalah Tempat Duduk dan ‘Smoke Bomb’, Mahasiswa FP dan FISIP Bentrok di Parade Unila 2026
Era AI Makin Masif! Ini Pesan Menohok Wagub Jihan untuk Mahasiswa Baru STKIP PGRI Bandar Lampung
Libatkan 210 Guru, Disdikbud Lampung Luncurkan Program ‘Double Teaching’ di 17 SMA Negeri 
Mahasiswa Unila Gelar Aksi Unjuk Rasa di Rektorat, Layangkan Enam Tuntutan Tata Kelola Kampus
Rombak Besar-besaran! 98 Kepsek SMA/SMK/SLB se-Lampung Diganti, Berikut Daftar Namanya!
Diduga Berbeda dari Alumni Lain, Rektor UGM Buka Suara Soal Detail Ijazah S1 Jokowi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Dari Kelas Hingga Musala, Wajah SMKN 1 Kota Agung Barat Berubah Total Usai Disentuh CSR PT Asia Makmur

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Heboh! Disdikbud Bandar Lampung Anggarkan Rp8,79 Miliar untuk 211 Motor Vario

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Dipicu Masalah Tempat Duduk dan ‘Smoke Bomb’, Mahasiswa FP dan FISIP Bentrok di Parade Unila 2026

Selasa, 29 September 2026 - 20:03 WIB

Era AI Makin Masif! Ini Pesan Menohok Wagub Jihan untuk Mahasiswa Baru STKIP PGRI Bandar Lampung

Kamis, 24 September 2026 - 11:41 WIB

Libatkan 210 Guru, Disdikbud Lampung Luncurkan Program ‘Double Teaching’ di 17 SMA Negeri 

Berita Terbaru