Caption : ist
Hariannarasi.com, Tanggamus – Mardiansah (32), seorang warga Pekon Wonoharjo, awalnya mengira suara sayup dari belakang rumahnya adalah rintihan seekor kucing. Namun, rasa curiga menuntun langkahnya menuju sebuah lubang bekas septiteng sedalam tiga meter.
Didasar lubang yang gelap dan dingin itulah, ia menemukan pemandangan yang mengiris hati, seorang bayi perempuan mungil, baru menghirup udara dunia, tergeletak tak berdaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolsek Sumberejo, Iptu Zulkarnain, mengonfirmasi bahwa penemuan dramatis tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Bayi malang itu ditemukan dalam kondisi masih terbungkus kain sarung, dengan tali pusar (ari-ari) yang belum terputus, jejak fisik bahwa ia baru saja dilahirkan.
“Begitu menerima laporan warga, personel langsung bergerak ke TKP. Fokus utama kami adalah keselamatan nyawa bayi tersebut,” ujar Iptu Zulkarnain, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., Selasa (30/12).
Proses evakuasi berlangsung cepat. Warga yang bahu-membahu berhasil mengangkat bayi tersebut dari kedalaman lubang. Bidan desa segera didatangkan untuk memberikan pertolongan pertama, membersihkan tubuh mungil yang kotor, dan memastikan detak jantungnya tetap stabil.
Meski dinyatakan dalam kondisi stabil, bekas-bekas kekejaman atau kelalaian tampak jelas pada tubuh sang bayi. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya memar di bagian lutut kiri, lutut kanan, serta hidung, diduga akibat benturan saat diletakkan atau dijatuhkan ke dalam lubang sempit tersebut.
Di lokasi kejadian, polisi telah melakukan olah TKP dan menyita selembar kain sarung sebagai barang bukti kunci. Kini, fokus penyelidikan beralih pada pencarian sosok orang tua yang tega membuang darah dagingnya sendiri.
Polisi Buru Orang Tua Bayi
Pihak kepolisian tidak tinggal diam atas dugaan penelantaran anak yang nyaris merenggut nyawa ini. Penyelidikan intensif kini tengah berjalan untuk mengungkap motif dan siapa dalang di balik peristiwa memilukan ini.
“Kami sedang menelusuri identitas orang tua bayi. Kami mengetuk hati nurani masyarakat, bagi siapa pun yang memiliki informasi terkait orang-orang yang mencurigakan sebelum kejadian, segera melapor. Informasi sekecil apa pun sangat berarti bagi kami,” tegas Iptu Zulkarnain.
Kini, bayi perempuan tersebut berada dalam pengawasan ketat pihak medis dan kepolisian. Di saat ia berjuang untuk pulih dari trauma fisik di pelukan bidan desa, hukum mulai bekerja untuk mencari keadilan baginya.
Bagi masyarakat yang memiliki informasi, Polres Tanggamus membuka pintu melalui Bhabinkamtibmas atau layanan Call Center 110. (*)






