Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Pringsewu – Pemerintah Pekon (Pemdes) Fajar Mulya, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, membantah narasi viral di media sosial yang menyebutkan bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terisolasi di tengah kebun sawit dan jauh dari permukiman warga.
Kepala Pekon Fajar Mulya, Eko Adyan Hendra, menegaskan bahwa bangunan koperasi tersebut berada di lokasi strategis dan berjarak hanya sekitar 100 meter dari permukiman terdekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lahan tersebut juga berada tepat di tepi jalan yang menjadi akses utama penghubung antar-pekon, yakni Madaraya, Fajar Mulya, Giritunggal, Sumur Bandung, dan Margosari.
”Posisi KDMP tidak berjauhan dengan permukiman. Video viral tersebut hanya mengambil sudut pandang tertentu sehingga menimbulkan kesan terisolasi,” ujar Eko dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).
Ketua KDMP Fajar Mulya, Iskandar Tohir, menambahkan bahwa lokasi gedung justru dikelilingi sejumlah fasilitas publik. Berdekatan dengan koperasi, terdapat SMK Negeri 1 Pagelaran Utara, Kantor Kecamatan, Balai Pekon, Puskesmas, dan Posramil.
Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa penentuan lokasi dan pembangunan KDMP bukan keputusan sepihak kepala desa, melainkan telah disepakati melalui Musyawarah Desa (Musdes).
Tanah seluas 1.400 meter persegi yang digunakan pun bukan dibeli dari anggaran pekon, melainkan tanah hibah.
Pemberi hibah, Sudarno, mengaku merelakan tanahnya setelah pemerintah desa kesulitan mencari lokasi pembangunan selama enam bulan terakhir. Ia berharap keberadaan koperasi dapat memajukan perekonomian warga desa.
”Kami sangat berharap kegiatan-kegiatan pertanian bisa dipasarkan lewat KDMP sehingga perekonomian Pajar Mulya makin maju,” kata Sudarno.
Sebagai bentuk transparansi menanggapi polemik di media sosial, Pemdes Fajar Mulya menyatakan siap menunjukkan dokumen hasil Musdes terkait penentuan lokasi pembangunan.
Pemdes optimistis, berdirinya KDMP di jalur penghubung tersebut justru akan memicu pertumbuhan permukiman dan pusat ekonomi baru dalam beberapa tahun ke depan. (*)






