Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menutup lembaran tahun 2025 dengan catatan raport yang cukup cemerlang. Di bawah komando Irjen Pol Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., korps berseragam cokelat ini tidak hanya sekadar menjaga ritme keamanan, tetapi juga menunjukkan taji dalam penegakan hukum yang terukur dan transparan.
Dalam Rilis Akhir Tahun yang digelar di Gedung GSG Presisi, Senin (29/12), Kapolda Lampung membedah potret keamanan wilayah di hadapan para tokoh adat, akademisi, hingga pegiat LSM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ini bukan sekadar seremoni angka, melainkan bentuk pertanggungjawaban publik atas mandat keamanan yang diemban oleh 11.200 personel di Bumi Ruwa Jurai.
Tahun 2025 bukanlah periode yang ringan. Polda Lampung diuji melalui serangkaian agenda nasional, mulai dari pengamanan Tabligh Akbar Ijtima Lampung Berdoa hingga pengawalan proses demokrasi melalui Operasi Mantap Praja Krakatau 2025.
Dengan pengerahan 7.600 personel pada operasi tersebut, stabilitas politik dan sosial di Lampung relatif terjaga tanpa gesekan berarti. Kehadiran negara juga dirasakan hingga ke titik-titik krusial mudik dan libur akhir tahun, di mana Kapolda secara langsung meninjau 69 pos pengamanan dan pelayanan dalam Operasi Lilin 2025.
Sektor penegakan hukum menjadi palagan yang paling disorot. Sepanjang tahun, Polda Lampung berhasil menuntaskan 2.151 perkara pidana umum. Namun, prestasi yang paling mencolok adalah keberhasilan membongkar jaringan narkotika lintas wilayah serta kejahatan siber yang kian kompleks.
Di ranah Tipikor (Tindak Pidana Korupsi), ada grafik kenaikan yang signifikan. Meski penyelesaian perkara berada di angka 64,8 persen, namun nominal kerugian negara yang berhasil dipetakan menembus angka Rp51 miliar.
Dengan upaya penyelamatan keuangan negara yang meningkat dibanding tahun sebelumnya. Ini memberi sinyal kuat bahwa sektor pengawasan anggaran daerah sedang dipantau ketat oleh aparat.
“Seluruh capaian ini adalah hasil kerja kolektif. Kami tidak bekerja di ruang hampa; sinergi dengan TNI, Pemerintah Daerah, dan dukungan media adalah kunci di balik situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Irjen Pol Helfi Assegaf.
Tidak hanya tajam ke luar, Polda Lampung juga melakukan pembenahan ke dalam. Penanganan 243 pengaduan masyarakat oleh Bidang Propam menunjukkan bahwa institusi ini tidak alergi terhadap kritik dan koreksi internal.
Di sisi lain, penurunan angka korban kecelakaan lalu lintas menjadi indikator keberhasilan moderasi kebijakan di jalan raya, meski angka tilang masih menyentuh 28.992 kasus.
Komitmen Polri Presisi yang humanis dan responsif bukan sekadar jargon di Lampung. Dengan optimalisasi kanal komunikasi digital melalui Tribrata News, Polda Lampung mencoba menjembatani jarak antara polisi dan warga.
Tantangan tahun depan diprediksi akan lebih kompleks, namun dengan fondasi stabilitas yang diletakkan pada 2025, Lampung memiliki modal kuat untuk tetap menjadi wilayah yang aman bagi investasi dan aktivitas sosial. (*)






