Aspidsus dan Asintel Kejati Lampung Diganti, Ada Apa Nih?

- Editor

Jumat, 26 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Kantor Kejaksaan Tinggi Lampung yang bertempat di Teluk Betung Selatan.

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Gerbong mutasi di tubuh Korps Adhyaksa kembali bergerak. Kali ini, guncangannya terasa cukup signifikan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

Dipenghujung tahun, tepatnya melalui Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor Kep-IV-1734/C/12/2025 tertanggal 24 Desember 2025, pucuk pimpinan di bidang pidana khusus resmi berganti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Armen Wijaya, sosok yang selama ini menjadi ujung tombak penyidikan di Kejati Lampung sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus), ditarik ke pusat.

Ia mendapat promosi strategis sebagai Kasubdit Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Direktorat Penyidikan JAM Pidsus Kejaksaan Agung. Posisi yang ditinggalkan Armen kini diamanatkan kepada Budi Nugraha, mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pacitan.

Rotasi jabatan dalam sebuah organisasi vertikal seperti Kejaksaan adalah hal lumrah, sebuah mekanisme “penyegaran” birokrasi. Namun, momentum mutasi kali ini tidak bisa dipandang dengan kacamata biasa.

Pergantian “nahkoda” penyidikan ini terjadi tepat ketika Kejati Lampung tengah agresif membongkar dugaan skandal korupsi dan pencucian uang (TPPU) yang menyeret nama-nama besar, mulai dari pejabat aktif hingga mantan pejabat teras di provinsi ini.

Publik tentu bertanya, akankah estafet kepemimpinan ini menjamin keberlanjutan penyidikan, atau justru menjadi jeda yang mengendurkan tensi penegakan hukum?

Posisi Armen yang kini menangani TPPU di level Kejaksaan Agung memang mengindikasikan bahwa kapasitasnya diakui secara nasional. Namun, bagi publik Lampung, kekhawatiran akan nasib perkara yang ditinggalkan tetaplah nyata.

Kasus yang melibatkan elite lokal seringkali memiliki kompleksitas politik dan tekanan tinggi. Pergantian penyidik utama di tengah jalan kerap kali, berkaca dari sejarah penegakan hukum di tanah air, membutuhkan waktu adaptasi yang bisa memperlambat laju pemberkasan.

​Budi Nugraha, yang kini memikul beban tersebut, tentu tidak punya waktu untuk berbulan madu. Rekam jejaknya sebagai eks Kajari Pacitan akan diuji seketika ia mendarat di Lampung. Tantangan utamanya bukan sekadar mempelajari berkas, melainkan membuktikan bahwa “taring” Kejati Lampung tidak tumpul pasca ditinggal Armen.

​Ia dituntut untuk langsung tancap gas, memastikan tidak ada satu pun benang merah penyidikan yang terputus, apalagi jika kasus tersebut melibatkan kerugian negara dalam jumlah fantastis.

​Menariknya, SK yang ditandatangani oleh JAM Pembinaan Hendro Dewanto ini tidak hanya menyasar bidang Pidsus. Lini intelijen juga mengalami perombakan. Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Lampung, Fajar Gurindro, digeser untuk memimpin Kejaksaan Negeri Tangerang.

Tak hanya di level provinsi, rotasi juga menyentuh level daerah. Eva Hasibuan, Kajari Pringsewu, ditarik masuk ke Kejaksaan Agung. Kursi kosong yang ditinggalkannya akan diisi oleh Anggiat A.P. Pardede. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bom Waktu Konflik Lahan di Lampung, Kapolda Sebut 13 Wilayah Rawan Tinggi, Ini Pemicunya!
Berkas Korupsi PT LEB Eks Gubernur Lampung Dilimpahkan ke Pengadilan, 25 Jaksa Disiapkan Kejari Bandar Lampung
Diduga Bantu Napi Narkoba Encek Pelesiran hingga Kabur, Tiga Pejabat Rutan Sukadana Dicopot
Jejak Pelarian Encek: Kabur dari Sel di Lamtim, Kendalikan Sabu di Malaysia hingga Berakhir di Myanmar
Usai Bongkar Jaringan Planet Batam, Brigjen Eko Hadi Lengser dari Kursi Dirtipidnarkoba Bareskrim
Gerebek Kasino di Batam, Bareskrim Polri Amankan 197 Orang dan Sita Rp7,7 Miliar
Korupsi Proyek SPAM, PT Tanjungkarang Perberat Hukuman Eks Bupati Pesawaran Jadi 13 Tahun Penjara
Kapolri Mutasi Sejumlah PJU Polda Lampung, Jabatan Irwasda hingga Kapolres Tanggamus Diganti! 
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 09:56 WIB

Bom Waktu Konflik Lahan di Lampung, Kapolda Sebut 13 Wilayah Rawan Tinggi, Ini Pemicunya!

Rabu, 2 September 2026 - 14:57 WIB

Berkas Korupsi PT LEB Eks Gubernur Lampung Dilimpahkan ke Pengadilan, 25 Jaksa Disiapkan Kejari Bandar Lampung

Selasa, 1 September 2026 - 23:58 WIB

Diduga Bantu Napi Narkoba Encek Pelesiran hingga Kabur, Tiga Pejabat Rutan Sukadana Dicopot

Selasa, 1 September 2026 - 20:57 WIB

Jejak Pelarian Encek: Kabur dari Sel di Lamtim, Kendalikan Sabu di Malaysia hingga Berakhir di Myanmar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Usai Bongkar Jaringan Planet Batam, Brigjen Eko Hadi Lengser dari Kursi Dirtipidnarkoba Bareskrim

Berita Terbaru