Caption : ist
Hariannarasi.com, Aceh – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana di Aceh.
Namun, di tengah tingginya harapan publik akan normalisasi keadaan, Kepala Negara meminta masyarakat untuk tetap realistis mengingat beratnya tantangan medan fisik di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam tinjauannya ke lokasi bencana, Presiden menyampaikan pesan lugas terkait estimasi waktu perbaikan, khususnya sektor kelistrikan yang mengalami kerusakan cukup parah.
Ia menargetkan perbaikan dapat rampung dalam kurun waktu satu minggu, namun menekankan bahwa faktor alam menjadi kendala utama yang tidak bisa dikesampingkan.
”Mungkin satu minggu, mudah-mudahan ya. Tapi jangan kita terlalu berharap semua bisa sekejap,” ujar Prabowo di hadapan awak media.
Dengan gaya retorika khasnya, Presiden menggunakan metafora untuk menggambarkan bahwa tidak ada solusi instan dalam penanganan bencana skala besar ini.
“Saya sudah katakan berkali-kali, saya tidak punya tongkat Nabi Musa. Tapi semua bekerja keras,” tegasnya.
Pernyataan ini menyiratkan, bahwa meski pemerintah tidak memiliki kekuatan ajaib untuk memulihkan keadaan dalam sekejap mata, seluruh mesin birokrasi dan aparat telah dikerahkan secara maksimal.
Tantangan Medan dan Pembukaan Isolasi
Presiden mengakui adanya keterlambatan dalam pemulihan pasokan listrik. Kondisi geografis yang ekstrem dan sisa-sisa banjir membuat akses menuju menara-menara listrik menjadi sangat berbahaya dan sulit ditembus teknisi. Kabel-kabel belum sepenuhnya dapat tersambung karena faktor keamanan dan aksesibilitas.
Meski demikian, Prabowo melaporkan progres signifikan dalam pembukaan akses jalan dan jembatan. Wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi total, seperti Takengon dan Bener Meriah, kini mulai terbuka kembali.
“Di tempat yang paling terisolasi, Takengon, kita kerja keras terus untuk membuka jalan. Bener Meriah juga jembatan sudah berfungsi,” ungkap Presiden.
Ia juga menambahkan bahwa jalur penghubung ke Aceh Tamiang dipastikan sudah tembus, yang diharapkan dapat memperlancar arus logistik bantuan.
Di luar masalah infrastruktur, Presiden memastikan aspek kemanusiaan tertangani dengan baik. Setelah melakukan pengecekan langsung ke titik-titik pengungsian, Prabowo menyatakan kondisi para korban relatif baik dengan suplai pangan yang mencukupi.
”Saya cek semua ke tempat pengungsi, kondisi mereka baik, pelayanan kepada mereka baik, suplai pangan cukup,” lapornya.
Menutup keterangannya, Presiden memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh petugas di lapangan, yakni TNI, Polri, dan relawan, yang dinilainya telah bekerja luar biasa dalam situasi darurat ini.
Pemerintah berjanji akan terus memantau perkembangan harian hingga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Aceh kembali pulih sepenuhnya. (*)






