Caption : Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Lampung Utara (Lampura), Intji Indriati.
Hariannarasi.com, Lampung Utara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara memberikan teguran dan perhatian serius kepada manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi.
Hal ini menyusul keluhan masyarakat terkait layanan pendaftaran online melalui aplikasi Mobile JKN (MJKN) yang dinilai tidak berfungsi optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Utara, Intji Indriati, mendesak pihak manajemen RSUD Ryacudu untuk segera memperbaiki sistem integrasi pendaftaran sekaligus mengevaluasi pola komunikasi dengan publik.
Kekisruhan bermula ketika masyarakat merasa sistem pendaftaran MJKN di rumah sakit tersebut hanya menjadi “hiasan”. Pasien yang telah melakukan pendaftaran digital mengeluh karena tetap harus mengantre secara manual. Nomor antrean online mereka kerap diabaikan dan tidak terkoneksi dengan layanan di lapangan.
Menanggapi permasalahan tersebut, Intji Indriati menjelaskan bahwa RSUD Ryacudu saat ini memang sedang berada dalam masa transisi teknologi.
“Intinya, pihak rumah sakit sedang berupaya secepatnya melakukan integrasi antara Rekam Medis Elektronik (RME) dengan sistem pendaftaran online yang ada di BPJS. Saat ini proses integrasi tersebut memang sedang berjalan,” ujar Intji pada Kamis (16/4/2026).
Sebagai langkah tindak lanjut, Sekda memberikan sejumlah poin evaluasi yang harus segera dibenahi oleh manajemen rumah sakit, Pertama, melakukan peningkatan sosialisasi.
Sekda menyoroti lemahnya sosialisasi pihak rumah sakit mengenai sistem online yang belum mampu berjalan penuh, sehingga menimbulkan ekspektasi berlebih di tengah masyarakat.
Kedua, optimalisasi humas, manajemen rumah sakit diminta untuk mengaktifkan fungsi Hubungan Masyarakat (Humas) agar lebih aktif dan cepat tanggap dalam menginformasikan kondisi terkini kepada warga.
Terakhir, transparansi petugas, petugas pendaftaran diwajibkan untuk menyampaikan kendala sistem secara jujur saat masyarakat tiba di rumah sakit demi menghindari kesalahpahaman di lapangan.
Meski tengah menghadapi kendala teknis, Pemkab Lampung Utara menyatakan tetap memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan RSUD H.M Ryacudu agar dapat mencapai target sebagai rumah sakit rujukan utama.
“Rumah sakit saat ini terus berupaya melakukan perbaikan sistem dan meningkatkan pelayanan. Kami mohon masyarakat bersabar selagi proses integrasi ini disempurnakan. Kami berkomitmen memberikan support penuh agar RSUD Ryacudu mampu memberikan layanan terbaik bagi warga Lampung Utara,” pungkasnya. (*)






