Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berkomitmen penuh untuk mendukung percepatan dan integrasi program pembangunan nasional dengan program prioritas daerah.
Langkah ini diambil untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat di Lampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penegasan ini disampaikan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, setelah memimpin rapat mengenai Kolaborasi dan Sinergi Pelaksanaan Program Pembangunan Nasional dan Daerah. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Kerja Gubernur, Kantor Gubernur Lampung, pada hari Jumat (17/10).
“Kami tadi mencermati dan mengevaluasi program-program pemerintah pusat yang ada di Provinsi Lampung, baik dari sisi perkembangan maupun manfaatnya,” ujar Gubernur Mirza.
Hasil evaluasi menunjukkan dampak positif yang signifikan. Salah satu contohnya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah mendorong peningkatan konsumsi ayam dan telur di masyarakat.
“Ternyata datanya luar biasa, konsumsi ayam dan telur meningkat karena program MBG, dan lebih dari 24 ribu tenaga kerja terserap, terutama dari masyarakat berpenghasilan rendah. Saya melihat ini luar biasa manfaatnya bagi Provinsi Lampung,” jelasnya.
Menyikapi perkembangan pesat program MBG, Gubernur menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah untuk mengimbangi dan mendukung keberlanjutan program tersebut.
Lebih lanjut, Gubernur Mirza menyoroti vitalnya kolaborasi antara program pusat dengan inisiatif lokal, seperti program “Desaku Maju” dan “Koperasi Merah Putih”. Ia berharap integrasi ini dapat menjadi daya ungkit yang kuat bagi perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
”Bagaimana mengintegrasikan, mengkolaborasikan program Pemerintah Pusat dengan program Pemerintah Provinsi, ‘Desaku Maju’ dan lain-lain, sehingga bisa menjadi daya ungkit yang maksimal bagi pertumbuhan dan kemakmuran masyarakat Lampung,” lanjutnya.
Secara khusus mengenai Koperasi Merah Putih, Gubernur mengungkapkan bahwa sejumlah bupati di Lampung telah mulai bergerak aktif.
Mereka sedang mempersiapkan proposal untuk mengembangkan koperasi di wilayah masing-masing, yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi dan meningkatkan nilai tambah produk-produk unggulan desa melalui proses hilirisasi.
“Saya sudah mendapat laporan dari bupati-bupati, sekarang mereka sudah mulai mempersiapkan proposal-proposalnya bagaimana Koperasi Merah Putih itu bisa punya daya ungkit bagi komoditas-komoditas yang ada di desa masing-masing,” pungkas Gubernur. (*)






