Pasca Pemukulan yang Tewaskan Tukang Parkir, Polda Lampung Minta Masyarakat Hindari Kekerasan

- Editor

Senin, 10 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Polda Lampung mengimbau masyarakat untuk menjaga emosi dan menghindari tindakan kekerasan, terutama selama bulan Ramadan.  

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari Yuyun, menekankan pentingnya kesabaran dalam menghadapi konflik agar tidak berujung pada tindakan kriminal.

“Kami mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap mengendalikan emosi, apalagi di bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momen introspeksi dan meningkatkan ketakwaan,” ujar Kombes Yuyun, Senin (10/3).

Imbauan ini menyusul kasus penganiayaan di Bandar Lampung yang berujung pada kematian seorang juru parkir.

Polsek Tanjung Karang Timur menangkap IEP (19), warga Banjar Negeri, Natar, Lampung Selatan, setelah memukul korban hingga tewas di lahan parkir mini market di Jalan Putri Balau, Kedamaian, Bandar Lampung, Selasa (4/3/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapolsek Tanjung Karang Timur, Kompol Kurmen Rubiyanto, menjelaskan bahwa pelaku emosi setelah ditegur dengan kata-kata kasar oleh korban.

“Pelaku kemudian mendatangi korban untuk menanyakan maksud ucapannya, lalu menarik korban ke pinggir mobil boks sebelum melayangkan pukulan ke arah rahang kanan korban,” jelasnya.

Akibat pukulan tersebut, korban terjatuh, mengalami pendarahan di telinga kiri, dan tak sadarkan diri.

Korban sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong.

Kombes Yuyun menegaskan bahwa pelaku sudah diamankan dan akan diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam menangani kasus ini. Proses hukum akan berjalan sesuai prosedur untuk memberikan keadilan bagi korban,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian konflik secara damai dan tidak mudah terpancing emosi.

“Jika ada masalah, selesaikan dengan kepala dingin. Kekerasan bukan solusi dan justru akan merugikan diri sendiri serta orang lain,” pungkasnya.

Saat ini, pelaku telah ditahan di Mapolsek Tanjung Karang Timur untuk penyidikan lebih lanjut.

Facebook Comments Box

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

20 Oknum Polisi Terseret Kasus Tambang Emas Ilegal Way Kanan, 10 Dijatuhi Sanksi Demosi
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung, Tampil Perdana dengan Rompi Tahanan dan Tangan Terborgol
Unggah Konten Provokatif soal Presiden Prabowo dan Nuklir Iran, Dua Pria Ditangkap Polda Jabar
Ratusan Senpi Hingga Narkoba Ditemukan di Sekolah Swasta Jaksel, Siapa Pemiliknya?
Hakim PN Blambangan Umpu Vonis 13 Terdakwa Tambang Emas Ilegal Way Kanan, Hukuman Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa
Mantan Penyidik KPK Jabat Kapolresta Bandar Lampung, Fokus Berantas Korupsi dan Tekan Curanmor
Polda Metro Jaya Ringkus Sindikat Curanmor Bersenpi Asal Lampung, Tiga Tersangka Ditangkap
Sidang Vonis Penambang Emas Ilegal Way Kanan Digelar Besok, 7 Terdakwa Dituntut 1 Tahun Penjara
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:09 WIB

20 Oknum Polisi Terseret Kasus Tambang Emas Ilegal Way Kanan, 10 Dijatuhi Sanksi Demosi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:55 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diperiksa Kejagung, Tampil Perdana dengan Rompi Tahanan dan Tangan Terborgol

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Unggah Konten Provokatif soal Presiden Prabowo dan Nuklir Iran, Dua Pria Ditangkap Polda Jabar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Ratusan Senpi Hingga Narkoba Ditemukan di Sekolah Swasta Jaksel, Siapa Pemiliknya?

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Hakim PN Blambangan Umpu Vonis 13 Terdakwa Tambang Emas Ilegal Way Kanan, Hukuman Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa

Berita Terbaru