Peran Ganda Raffi Ahmad: Dari ‘kurir’ Elite Politik, Bisnis BUMN, hingga Nyaris Jadi Menteri

- Editor

Sabtu, 8 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa (Dok. Forbes Indonesia) 

Hariannarasi.com, Jakarta – Sosok selebritas sekaligus Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, terungkap memiliki peran sentral yang jauh melampaui dunia hiburan.

Tidak hanya membangun kerajaan bisnis raksasa, Raffi juga memegang peran strategis sebagai perantara pesan (messenger) antarelite politik, jembatan lobi petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga nyaris diangkat menjadi menteri oleh Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Sejumlah pejabat negara dan mantan petinggi perusahaan pelat merah mengonfirmasi bahwa pengaruh politik Raffi sangat kuat.

​Salah satu manuver politik terbesar Raffi adalah keterlibatannya dalam proses pergantian seorang kepala lembaga negara.

Raffi disebut mengundang kepala lembaga tersebut ke sebuah restoran di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, untuk menyodorkan surat pengunduran diri yang sudah disiapkan.

Raffi membawa pesan dari pejabat tinggi yang dekat dengan Presiden agar figur tersebut mundur karena tengah berhadapan dengan kasus hukum.

​Terkait hal ini, Raffi dalam wawancaranya mengonfirmasi posisinya hanya sebagai pembawa pesan.

“Saya mengistilahkan diri sebagai jembatan. Mengantarkan surat bukan berarti saya punya kewenangan untuk menghentikan atau mengangkat pejabat,” ujar Raffi.

Koneksi BUMN dan Pemilihan Komisaris

Pengaruh Raffi juga menjalar ke tubuh BUMN, kedekatannya dengan sejumlah pejabat ekonomi, termasuk petinggi Danantara, Doni Oskaria, membuatnya kerap dikaitkan dengan penempatan kolega dan orang dekatnya di kursi komisaris anak usaha BUMN.

Sejumlah mantan pejabat BUMN mengaku pernah dihubungi Raffi yang menawarkan posisi komisaris di BUMN lapis kedua (Tier 2).

​Meski demikian, Raffi dan pihak Danantara membantah adanya praktik ‘mafia jabatan’. Raffi menegaskan, koleganya yang masuk ke BUMN melalui proses talent scouting yang berdasar pada rekam jejak dan kompetensi, bukan lewat jalur belakang.

Nyaris Jadi Menpora pada Reshuffle 2025

Rekam jejak politik Raffi mencapai puncaknya ketika ia nyaris masuk ke dalam kabinet.

Pada reshuffle kabinet September 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto secara langsung menelepon Raffi untuk menawarkan posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), menggantikan Dito Ariotedjo.

​Namun, Raffi menolak tawaran Presiden. Saat ditelepon, Raffi beralasan sedang berada di Singapura untuk menemani anggota keluarganya yang tengah menjalani pengobatan.

Selain alasan keluarga, sumber terdekat Raffi menyebut bahwa sang artis khawatir posisinya sebagai menteri akan memunculkan konflik kepentingan (conflict of interest) dengan gurita bisnis yang ia miliki. Posisi itu kemudian diisi oleh figur dari BUMN.

Jejaring Bisnis dengan Haji Isam dan Kaesang

Di sektor bisnis, manuver perusahaan Raffi lewat RANS Entertainment terus membesar setelah melantai di bursa saham (IPO).

Berdasarkan laporan investigasi jurnalis Tempo dalam program Bocor Alus Politik, hal ini tidak lepas dari jejaringnya dengan tokoh-tokoh kuat, termasuk keluarga Presiden ke-7 Joko Widodo dan konglomerat tambang, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

​Haji Isam diketahui turut menanamkan modal di RANS Entertainment saat IPO dengan tujuan merambah bisnis di sektor perbankan dan keuangan bersama Raffi.

Selain itu, hubungan personal Raffi yang terbangun sejak 2018 dengan keluarga Jokowi membawanya berbisnis dengan Kaesang Pangarep, yang disebut turut memegang saham di RANS.

​Kini, dengan jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden, Raffi bertugas membantu berbagai kementerian untuk mempromosikan program pemerintah kepada 75 juta pengikutnya di media sosial.

Ia bekerja secara pro-bono (tanpa bayaran APBN) dan secara rutin memberikan laporan kinerjanya setiap bulan kepada Sekretaris Kabinet (Seskab), Mayor Teddy Indra Wijaya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kepala Bappisus soal Isu Surpres Pergantian Kapolri: Tunggu Tanggal Waktunya
Jokowi di Tanah Timor: Dari Riuh Sambutan Politik dan Warga hingga Penobatan Sakral Sesepuh Raja-Raja
Berapa Harga Outfitnya? Gaya Elit Muhammad Kadafi di Tengah Rapat DPR Tuai Sorotan!
Organisasi Pers Desak Presiden Prabowo Minta Maaf Terkait Pernyataan ‘Londo Ireng’
Presiden Prabowo Sebut Wartawan hingga LSM ‘Londo Ireng’ yang Masih Eksis
Lahir dari Relawan, Partai Gerakan Rakyat Loyalis Anies Resmi Didaftarkan ke Kemenkum
Tekan Beban APBN, DPR Evaluasi Skema Pensiun Seumur Hidup ASN
Hanya Dihadiri 28 dari 85 Anggota, Aturan Zoom Rapat Paripurna DPRD Lampung Diminta Dicabut!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Peran Ganda Raffi Ahmad: Dari ‘kurir’ Elite Politik, Bisnis BUMN, hingga Nyaris Jadi Menteri

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Kepala Bappisus soal Isu Surpres Pergantian Kapolri: Tunggu Tanggal Waktunya

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Jokowi di Tanah Timor: Dari Riuh Sambutan Politik dan Warga hingga Penobatan Sakral Sesepuh Raja-Raja

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:24 WIB

Berapa Harga Outfitnya? Gaya Elit Muhammad Kadafi di Tengah Rapat DPR Tuai Sorotan!

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:58 WIB

Organisasi Pers Desak Presiden Prabowo Minta Maaf Terkait Pernyataan ‘Londo Ireng’

Berita Terbaru