527 Siswa Papua Keracunan MBG, Guntur Romli Desak Proses Hukum Pengelola Dapur

- Editor

Jumat, 7 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Politisi PDIP, Guntur Romli (kanan), dan keracunan massal program MBG yang menimpa 527 siswa di Jayapura, Papua (kiri). 

Hariannarasi.com, Jakarta – Politisi PDI Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, melontarkan kritik keras terhadap penanganan kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 527 siswa di Jayapura, Papua.

Ia menyoroti lemahnya penegakan hukum lantaran hingga kini belum ada pengelola dapur atau pemilik Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang ditetapkan sebagai tersangka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kritik tersebut disampaikan Guntur melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Kamis (6/8).

Ia secara khusus menyinggung komitmen Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, yang dinilainya bertolak belakang dengan realita di lapangan.

​”Padahal tidak sepekan Kepala BGN Sudaryono menjenguk korban keracunan MBG di Semarang, lalu mengatakan hal itu harus jadi kasus ‘pertama sekaligus terakhir’ alias zero tolerance,” ujar Guntur.

​Guntur menilai, tanpa adanya tindakan hukum yang memberikan efek jera, insiden keracunan yang membahayakan nyawa anak-anak akan terus berulang.

Ia bahkan menyebut pernyataan Kepala BGN terkait batas toleransi keracunan tersebut sekadar bualan belaka.

​”Ternyata omongan Kepala BGN itu hanya gimmick, omon-omon saja. Kasus-kasus keracunan MBG tidak akan pernah berhenti karena tidak ada penegakan hukum yang tegas,” tegasnya.

​Lebih lanjut, Guntur menegaskan, sanksi administratif tidaklah cukup untuk menyelesaikan persoalan keracunan massal ini.

Menurutnya, langkah-langkah teguran seperti pemberhentian sementara operasional atau pencopotan kepala dapur harus segera diikuti dengan penyelidikan pidana dan penetapan tersangka bagi pihak yang bertanggung jawab atas kualitas serta kelayakan makanan tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Menyusul Surabaya, Mal Kota Kasablanka Jakarta Pasang Pagar Besi Lancip Setinggi 2,5 Meter
Prabowo Targetkan Kereta Api Trans Sumatera dan Kalimantan Dibangun Serentak
Dedi Mulyadi: Mayoritas Jaringan Begal di Jawa Barat Berasal dari Lampung
Dewan Pers Kritik Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’: Presiden Alergi Kritik
Tekan Angka Kriminalitas, Gubernur Jabar KDM Gelar Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp50 Juta
Dukung Lampung Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027, Ini Kolaborasi PWI dan Menko Pangan Zulhas
Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Ciamis dan Bandar Lampung Terkait Propaganda Medsos
Buntut Ucapan “Lu Punya Otak Nggak?”, Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:21 WIB

527 Siswa Papua Keracunan MBG, Guntur Romli Desak Proses Hukum Pengelola Dapur

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:31 WIB

Menyusul Surabaya, Mal Kota Kasablanka Jakarta Pasang Pagar Besi Lancip Setinggi 2,5 Meter

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:10 WIB

Prabowo Targetkan Kereta Api Trans Sumatera dan Kalimantan Dibangun Serentak

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:32 WIB

Dedi Mulyadi: Mayoritas Jaringan Begal di Jawa Barat Berasal dari Lampung

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:49 WIB

Dewan Pers Kritik Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’: Presiden Alergi Kritik

Berita Terbaru