PWI Lampung Gelar Diskusi Publik Energi dan Investasi, BI: Ekonomi Lampung Mandek di 25 Tahun Terakhir!

- Editor

Kamis, 5 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist (Dok. PWI Lampung)

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung gelar diskusi publik terkait energi dan investasi yang ada di Provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai ini, diskusi ini digelar PWI Lampung di Hotel Horison, Kamis (5/12).

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung Zainal Abidin menjelaskan dalam diskusi publik ini, bahwa Pj Gubernur Lampung Samsudin mengapresiasi diskusi ini karena merupakan langkah nyata demi membangun Provinsi Lampung kedepan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya berterimakasih kepada PWI Lampung karena telah menyelenggarakan diskusi ini, hali ini membuka ruang bagi kita untuk berpikir dan bertindak demi masa depan yang lebih baik,” jelas Zainal Abidin menyampaikan pesan Pj Gubernur Samsudin.

Sementara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung Dr. Fiskara Indawan menilai Provinsi Lampung seperti raksasa yang tertidur. Lampung merupakan daerah yang memiliki potensi sumber daya yang luar biasa, namun pertumbuhan ekonominya masih rendah.

Ia menyebut secara geografis, Lampung sangat dekat dengan pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia, yaitu Pulau Jawa, terutama DKI Jakarta berbeda.

“Kalau berdasarkan data kami, Lampung ini seperti raksasa yang tertidur. Karena sebenarnya potensi di Lampung ini terbesar setelah pulau Jawa, tapi nyatanya pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita kita masih tertinggal di Sumatera dan provinsi tetangga,” katanya.

Bahkan secara struktur ekonomi, Provinsi Lampung hampir tidak berkembang selama 25 tahun terakhir karena hanya bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan, bahkan pertumbuhan ekonomi hanya mencapai nol koma sekian persen.

“Hampir 25 tahun terakhir, struktur ekonomi di Lampung hanya mengandalkan sektor pertanian saja. Makanya pertumbuhan ekonomi kita hanya tumbuh nol koma atau satu koma, ini sulit untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional. Padahal sumber pertumbuhan ekonomi kita sangat banyak,” ungkapnya.

Dirinya mendorong agar pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung ini bisa bertransformasi dari ekonomi primer yang mengandalkan sektor pertanian beralih ke ekonomi industri. “Dengan demikian, Lampung dapat mengikuti target pertumbuhan nasional 9 persen dan harus mengikuti Lampung Emas 2045,” jelasnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Pemprov Lampung Susun Rencana Aksi 2027
Kawal Sensus Ekonomi 2026, Wagub Lampung Minta Pelaku Usaha Tak Asal Beri Data
Fantastis! Kredit Bank di Lampung Tembus Rp114,57 Triliun, Sektor Ini Jadi Juaranya!
Pos Indonesia Rugi Rp37,72 Miliar Imbas Kecurangan Pegawai, Danantara Turun Tangan Lakukan Audit!
Bantah Patriot Bond Jadi Wadah Cuci Uang, Menkeu Purbaya Sentil Peran Singapura di FATF
BPR Bermodal di Bawah Rp6 Miliar Terancam Sanksi, OJK Perketat Aturan!
Dampak Raksasa Industri Ojol, Hasilkan PDB Rp565 Triliun!
Dari Kios Kecil Kini Jadi Dua Ruko! Ini Kisah Inspiratif Pengusaha Bubur Tanjung Senang Berkat Suntikan Modal KUR BRI
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:15 WIB

Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Pemprov Lampung Susun Rencana Aksi 2027

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:23 WIB

Kawal Sensus Ekonomi 2026, Wagub Lampung Minta Pelaku Usaha Tak Asal Beri Data

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:09 WIB

Fantastis! Kredit Bank di Lampung Tembus Rp114,57 Triliun, Sektor Ini Jadi Juaranya!

Senin, 6 Juli 2026 - 08:05 WIB

Pos Indonesia Rugi Rp37,72 Miliar Imbas Kecurangan Pegawai, Danantara Turun Tangan Lakukan Audit!

Sabtu, 4 Juli 2026 - 05:35 WIB

Bantah Patriot Bond Jadi Wadah Cuci Uang, Menkeu Purbaya Sentil Peran Singapura di FATF

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Buntut 21 Kasus Keracunan, Program MBG di Lampung Dievaluasi Total!

Selasa, 21 Jul 2026 - 07:34 WIB