Caption : ist (Dok. PWI Lampung)
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung gelar diskusi publik terkait energi dan investasi yang ada di Provinsi berjuluk Sai Bumi Ruwa Jurai ini, diskusi ini digelar PWI Lampung di Hotel Horison, Kamis (5/12).
Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan (Ekubang) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung Zainal Abidin menjelaskan dalam diskusi publik ini, bahwa Pj Gubernur Lampung Samsudin mengapresiasi diskusi ini karena merupakan langkah nyata demi membangun Provinsi Lampung kedepan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya berterimakasih kepada PWI Lampung karena telah menyelenggarakan diskusi ini, hali ini membuka ruang bagi kita untuk berpikir dan bertindak demi masa depan yang lebih baik,” jelas Zainal Abidin menyampaikan pesan Pj Gubernur Samsudin.
Sementara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung Dr. Fiskara Indawan menilai Provinsi Lampung seperti raksasa yang tertidur. Lampung merupakan daerah yang memiliki potensi sumber daya yang luar biasa, namun pertumbuhan ekonominya masih rendah.
Ia menyebut secara geografis, Lampung sangat dekat dengan pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia, yaitu Pulau Jawa, terutama DKI Jakarta berbeda.
“Kalau berdasarkan data kami, Lampung ini seperti raksasa yang tertidur. Karena sebenarnya potensi di Lampung ini terbesar setelah pulau Jawa, tapi nyatanya pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita kita masih tertinggal di Sumatera dan provinsi tetangga,” katanya.
Bahkan secara struktur ekonomi, Provinsi Lampung hampir tidak berkembang selama 25 tahun terakhir karena hanya bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan, bahkan pertumbuhan ekonomi hanya mencapai nol koma sekian persen.
“Hampir 25 tahun terakhir, struktur ekonomi di Lampung hanya mengandalkan sektor pertanian saja. Makanya pertumbuhan ekonomi kita hanya tumbuh nol koma atau satu koma, ini sulit untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional. Padahal sumber pertumbuhan ekonomi kita sangat banyak,” ungkapnya.
Dirinya mendorong agar pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung ini bisa bertransformasi dari ekonomi primer yang mengandalkan sektor pertanian beralih ke ekonomi industri. “Dengan demikian, Lampung dapat mengikuti target pertumbuhan nasional 9 persen dan harus mengikuti Lampung Emas 2045,” jelasnya. (*)






