Caption : Ilustrasi
Hariannarasi.com, Sumsel – Dugaan telah menerima dana koordinasi keamanan dari sejumlah kendaraan pengangkut BBM ilegal di Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel), oknum polisi berpangkat AKBP dan berinisial GN yang diduga bertugas di Polda Sumsel ini membantah pemberitaan dirinya melakukan pungutan liar (pungli) keamanan kendaraan pengangkut BBM ilegal di Banyuasin, seperti yang diberitakan media ini sebelumnya.
“Ironisnya oknum GN saat dikonfirmasi wartawan media ini terkait dugaan tersebut terkesan ingin melaporkan jurnalis saat dimintai terkait isu yang beredar,” jelas Riski wartawan Hariannarasi.com, Selasa (27/8).
Dirinya menegaskan bertugas di Mabes Polri dan tidak pernah melakukan pungli tersebut. “Terus bagaimana saya meminta uang di wilayah Sumsel itu, namanya ini menuduh pak. Mobil siapa yang saya minta? kata anda, kenapa saya tidak menjawab,” tanyanya pada wartawan media ini.
“Kamu dari media apa? kamu akan saya laporkan pencemaran nama baik, saudara yang memuat berita ini kan?,” ancam GN.
Tidak berhenti sampai disitu, Oknum GN ini saat dimintai hak jawab dugaan tersebut terkesan mengintimidasi dengan menuturkan dirinya akan melaporkan pemberitaan ini dan mendesak wartawan memberitahukan sumber informasi yang memberikan keterangan terhadap media ini. “Enggak jawab itu maksudnya apa?,” kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengatensi Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengurai fakta, terkait adanya dugaan oknum Institusi Polri di balik transaksi pengiriman BBM Ilegal asal Banyuasin yang terkesan terkoordinir dengan baik dalam penyaluran BBM ilegal tersebut.
Sejumlah pemesan baik dalam kota ataupun luar provinsi, diduga kuat turut melibatkan salah satu oknum Polda Sumsel berpangkat AKBP berinisial GN, yang diduga menjadi aktor dalam penerimaan kordinasi keamanan dari sejumlah kendaraan-kendaraan pengangkut minyak mentah (Cong) BBM ilegal di Banyuasin.
Dugaan oknum tersebut melakukan pemungutan dalih sebagai dana kordinasi sekisar Rp 2 juta/unit kendaraan jenis Coldiesel, yang mana menjadi rahasia umum di kalangan para pengemudi kendaraan pengangkut BBM ilegal di Banyuasin.
Dari informasi yang tersebar di kalangan mafia BBM ilegal, terendus adanya dugaan oknum dari berbagai institusi seperti Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pejabat Pemerintah hingga instansi terkait lainnya. Yang diduga telah terorganisir dengan sejumlah jaringan para mafia BBM ilegal.
Salah satu pengemudi yang tidak ingin disebut namanya mengatakan, oknum tersebut diduga dapat mengamankan kendaraan pengangkut BBM ilegal dalam perjalanan, dari Sumatera Selatan ke Kabupaten Banyuasin sampai wilayah Bandar Lampung hingga Tangerang.
“Yang melakukan pengambilan pemegang dana untuk kordinasi keamanan itu seorang wanita berinisial RM, istri dari oknum inisial GN,” kata salah satu pengemudi mobil BBM ilegal yang enggan disebut namanya, Sabtu (25/8).
Ia menambahkan, dana koordinasi tersebut di pegang oleh oknum inisial RM melalui istri dari oknum GN tersebut. “Sehari bisa puluhan kendaraan tronton atau tengki mas,” ucapnya.
Warga sekitar tempat tersebut juga berharap agar Kapolri dapat menindaklanjuti dugaan keterlibatan oknum GN atas bekingan keamanan BBM ilegal tersebut.
Sementara, saat dikonfirmasi, Propam Polda Sumsel segera akan menindaklanjuti laporan dugaan oknum APH tersebut yang melakukan pungutan liar terhadap beberapa supir yang memuat BBM ilegal di Banyuasin. (tim)






