Caption : Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati Saat Menyampaikan Rancangan Awal APBN 2025 Di Komplek Parlemen, Jakarta. (Dok. Screenshot YouTube TV Parlemen)
Hariannarasi.com, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi hanya bergerak di kisaran angka 5 persen, hal ini membuktikan lambatnya pergerakan perekonomian ditengah masyarakat dan berbagai guncangan ekonomi didunia.
Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, bahwa seharusnya perekonomian Indonesia tumbuh di angka 6-8 persen pertahun. Mengingat target ditahun 2045 menjadi negara maju atau Indonesia Emas.
“Untuk menjadi negara maju sesuai visi Indonesia Emas 2045, tidak akan cukup jika ekonomi hanya tumbuh di angka 5 persen, harus diakselerasi dikisaran 6-8 persen pertahun,” kata Sri Mulyani saat membacakan Rancangan awal APBN 2025 di Gedung Senayan, Komplek DPR RI, Senin (20/5).
Sri menambahkan, bahwa dibutuhkan akselarasi yang tinggi untuk mencapai tujuan. Ini mensyaratkan bahwa reformasi struktural dipercepat agar transformasi ekonomi dapat tercapai.
“Transformasi ekonomi yang stabil di 10 tahun terakhir harus terus dilakukan, berkesinambungan dan konsisten menjadi kunci menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Mantan Bankir Dunia itu juga mengatakan bahwa untuk mewujudkan pertumbuhan yang tinggi dan inklusif, peningkatan kesejahteraan dan pemerataan antardaerah perlu ditopang APBN yang sehat, efesien dan kredibel.
Sri Mulyani menargetkan pertumbuhan ekonomi mulai 2025 sebesar 5,1%-5,5% untuk mencapai target pertumbuhan 6%-8%.
Ia memastikan terget pertumbuhan itu akan tercapai ditopang dengan terkendalinya inflasi, kelanjutan dan perluasan hilirisasi SDA, pengembangan industri kendaraan listrik, dan digitalisasi yang didukung oleh perbaikan iklim investasi dan kualitas SDM.
“Laju pertumbuhan ini diharapkan akan menjadi fondasi yang kuat untuk pertumbuhan yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan,” ungkapnya. (*)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT






