Korban Tewas di Gaza Capai 10 Ribu Jiwa, Sebagian Besar Anak-anak dan Wanita

- Editor

Selasa, 7 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Demonstrasi di Seluruh Dunia Menuntut Palestina Merdeka

Hariannarasi.com, Jakarta – Sudah hampir 2 tahun perang Rusia Vs Ukraina berlangsung, walaupun jumlah korban sipil mencapai 9.085 jiwa, namun tak sebanding dengan jumlah korban sipil di perang Israel Vs Hamas (Palestina).

Lantaran baru 1 bulan perang berlangsung jumlah korban sipil tewas mencapai 10.022 jiwa, dengan rincian 4.104 jiwa anak-anak dan 2.641 jiwa wanita serta korban luka mencapai 24.000-an jiwa. Data ini merujuk dari Kementerian Kesehatan Gaza yang merilis jumlah korban dari pihak Palestina.

Sedangkan untuk jumlah korban akibat dari serangan unit militer Hamas di Israel mencapai 1.400-an korban jiwa yang tewas, melihat data ini, betapa parahnya pihak militer Israel (IDF) dalam memborbardir jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Bahkan, menurut data dari World Health Organization (WHO) PBB, ada setidaknya 5 anak yang tewas setiap jamnya di Gaza akibat dari serangan Israel.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) The Save Children yang berpusat di Inggris menjelaskan bahwa jumlah korban tewas akibat dari konflik Israel dan Palestina ini telah mengalahkan jumlah korban tewas dari konflik di seluruh dunia di tahun 2020, 2021 dan 2022.

Konflik saat ini juga menyebabkan pasukan Israel mengebom Rumah Sakit Baptis Al-Ahli Arabi dan Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina di Gaza, menewaskan ribuan warga sipil, dan juga menghancurkan lingkungan sekitar rumah sakit lain yang berafiliasi dengan Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina dan Indonesia.

Fasilitas kesehatan terbesar di Jalur Gaza, Rumah Sakit Al-Shifa, tempat ribuan orang terluka dan warga sipil mengungsi, juga menjadi sasaran tentara Israel.

Israel dituding melakukan kejahatan perang karena serangan militernya yang secara langsung menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil di Jalur Gaza, serta blokade yang memutus pasokan makanan, air, listrik, bahan bakar, dan obat-obatan penting ke wilayah tersebut.

Menurut Konvensi Jenewa 1949, bahwa Rumah sakit sipil yang diselenggarakan untuk memberikan perawatan kepada orang yang terluka dan sakit, orang lemah, dan ibu hamil, dalam keadaan apa pun tidak boleh menjadi sasaran serangan tetapi harus selalu dihormati dan dilindungi oleh Para Pihak dalam Konvensi Jenewa 1949. (red)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aniaya Staf, Istri Presiden RI Pertama Ini Dituntut Jaksa Tokyo Denda Rp22,8 Juta! 
Cari Celah Ubah Konstitusi, Trump Ambisi Jadi Presiden 3 Periode!
Klaim Kuasai Selat Hormuz, Trump Usul Ubah Nama Jadi ‘Selat Trump’
Siap-siap, Ada Negara Baru Dekat Indonesia yang Segera Lahir!
Diserbu Kolektor, Koin 1 Dollar Berwajah Trump Ludes Hanya dalam Hitungan Jam
Niat Hati Jadi Satpam, 8 WNI Malah Terjebak Loker Jadi Tentara Rusia!
Apa Jadinya Jika Militer Menguasai Ekonomi? Berkaca pada Kehancuran Ekonomi di 6 Negara! 
Lulus Sekolah Langsung Kuliah dan Kerja di Korea? Simak Gebrakan Baru Pemprov Lampung Ini!
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 05:40 WIB

Cari Celah Ubah Konstitusi, Trump Ambisi Jadi Presiden 3 Periode!

Kamis, 3 September 2026 - 05:31 WIB

Klaim Kuasai Selat Hormuz, Trump Usul Ubah Nama Jadi ‘Selat Trump’

Kamis, 3 September 2026 - 05:22 WIB

Siap-siap, Ada Negara Baru Dekat Indonesia yang Segera Lahir!

Kamis, 3 September 2026 - 05:11 WIB

Diserbu Kolektor, Koin 1 Dollar Berwajah Trump Ludes Hanya dalam Hitungan Jam

Selasa, 1 September 2026 - 15:17 WIB

Niat Hati Jadi Satpam, 8 WNI Malah Terjebak Loker Jadi Tentara Rusia!

Berita Terbaru

Bandar Lampung

PJJ Resmi Berakhir! Gubernur Lampung Instruksikan Siswa Salat Istisqa

Kamis, 10 Sep 2026 - 04:57 WIB