Caption : Jalur Gaza Dibombardir pihak IDF Tanpa Pandang Bulu, Terlihat Bangunan Porak-poranda dan Korban Jiwa Berserakan
Hariannarasi.com, Jakarta – Perang Israel dan Palestina (Hamas) terus berlanjut, bahkan lebih parah dari sebelumnya. Telah banyak korban jiwa dari kedua belah pihak, korban dari pihak Israel mencapai 1.400 jiwa sedang dari pihak Palestina mencapai 9.500 jiwa, 3.900 diantaranya adalah anak-anak.
Perang yang hampir satu bulan ini mendapat kecaman dari banyak pihak, lantaran Israel memborbardir Gaza tanpa pandang bulu, Sekolah, Rumah Sakit, anak-anak, Wanita dan lanjut usia menjadi target mereka.
Belum lagi tentara Israel yakni IDF memutuskan pasokan listrik, air, dan memblok jalur Gaza. Sehingga jalur Gaza bak kota mati yang minim fasilitas kebutuhan dasar.
Mengutip dari Koran Harian Bisnis Israel Calcalist, sejak Israel mengumumkan perang, Kementerian Keuangan Israel mencatat biaya perang yang mencapai US$ 51 Miliar atau hampir Rp 800 Triliun. Hampir setara 10 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).
“Tidak termasuk biaya partisipasi penuh Lebanon (Hizbullah ), Irak dan Yaman (Houthi), serta perekrutan 35.000 Tentara cadangan untuk kembali aktif di militer,” jelas koran tersebut.
Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich sebelumnya memang telah mengatakan, Pemerintah Israel sedang mempersiapkan paket bantuan ekonomi bagi mereka yang terkena dampak serangan Palestina. Paket bantuan itu diklaim akan “lebih besar dan lebih luas” daripada selama pandemi Covid-19.
Pada Kamis lalu, Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu telah mengatakan bahwa negaranya berkomitmen untuk membantu semua orang yang terkena dampak peperangan yang tengah memanas saat ini.
“Arahan saya jelas, buka keran dan salurkan dana kepada siapa pun yang membutuhkannya,” katanya tanpa memberikan angka spesifik. (red)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT






