Caption : Info Grafis Pendiri Bridgade Al Qassam, Mohammed Diab Al-Masry Alias Al-Deif
Hariannarasi.com – Konflik di Timur Tengah khususnya Jalur Gaza, antara Israel versus Palestina (Hamas) mengakibatkan ribuan nyawa melayang. Serangan yang dilakukan pihak Hamas melalui organisasi sayap militer Bridgade Al Qassam mengakibatkan 1.300 nyawa warga Israel tewas dan kerusakan yang cukup parah di berbagai kota.
Tak pelak menjadi pertanyaan, siapa pemimpin Bridgade Al Qassam dengan semua sepak terjangnya? Apalagi intelijen negara maju seperti Israel yakni Mossad dibuat tak berdaya alias kecolongan dengan serangan 5.000 rudal tersebut.
Hal ini pun diakui mantan pimpinan ‘mata elang’ Israel ini, Efraim Halevy kepada rekan media, seperti dikutip dari CNN. Bahkan pihaknya tak menyangka dan tak mendapatkan firasat jika Bridgade Al Qassam akan melakukan serangan ribuan roket ke jantung ibu kota Israel, Tel Aviv.
“Kami tidak menyangka bahwa roket tersebut akan se-efektif saat ini, kurang dari 24 jam dapat mencapai lebih dari 5.000 roket. Dari sudut pandang kami, ini di luar imajinasi dan kami tidak tahu bahwa mereka memiliki jumlah roket sebanyak ini,” kata Mantan Kepala Intelijen Mossad ini.
Kembali lagi ke Pimpinan atau Panglima Unit Militer Bridgade Al Qassam yakni Mohammed Diab Al-Masry alias Abu Khaled alias Al-Deif, lahir di Jalur Gaza tahun 1965.
Dirinya dikenal oleh masyarakat Palestina sebagai ‘Sang Dalang’ dan dengan Israel dijuluki sebagai ‘Manusia dengan Sembilan Nyawa’ dan ‘Manusia Pembawa Maut’
Al-Deif sendiri merupakan lulusan mahasiswa Universitas Islam Gaza dengan konsentrasi jurusan yakni Biologi. Hobi Al-Deif terletak pada Seni dan Teater, dia sempat membentuk kelompok Seni.
Ketika Hamas didirikan, Al-Deif dengan cepat bergabung, namun saat itu pihak Israel mengetahuinya dan melakukan penangkapan serta memenjarakannya tanpa proses peradilan selama 16 tahun.
Al-Deif bersama Zakaria Al Shorbagy dan Salah Shehadeh bersepakat mendirikan unit militer yang terpisah dari Hamas, tujuannya menangkap para prajurit tentara militer Israel, dan kelompok militer ini diberi nama Birgade Izz Al-Din Al-Qassam.
Al-Deif lah yang merencanakan dan merancang penyerangan ribuan roket yang masif dalam satu waktu, dia juga yang membangun dan menjadi arsitek atas pembangunan terowongan bawah tanah yang memungkinkan unit militer Hamas untuk mendesak masuk ke wilayah Israel.
* Rekam Jejak aksi Al-Deif Setidaknya Tercatat Sebagai Berikut :
1. Operasi Pemboman Bus
Al – Deif merancang dan melakukan aksinya di Israel melalui pemboman Bus di kota Tel Aviv dan menewaskan 50 nyawa pada awal tahun 1996.
2. Al-Deif Terlibat Pembunuhan 3 Tentara
Ia juga merencanakan dan membunuh tiga tentara Israel pada pertengahan tahun 1990-an.
3. Intifada ke 2
Pada tahun 2000-an Al-Deif ditangkap oleh pihak militer Israel, namun ia berhasil melarikan diri. Dan peristiwa ini memulai Intifada kedua, atau perang besar antara Israel versus Palestina.
* Upaya Pembunuhan Terhadap Al-Deif
Upaya pengejaran dan pembunuhan terhadap Al-Deif terus dilakukan, pada tahun 2002 upaya serius dilakukan pihak militer Israel dan pihaknya mengatakan mustahil Al-Deif dapat selamat dari upaya pembunuhan ini. Namun, takdir berkata lain Al-Deif selamat tapi harus merelakan satu mata yang hilang, dan kehilangan satu tangan kaki.
Pada 2014, berlangsung perang Israel versus Hamas Palestina selama 50 hari di Jalur Gaza. Pihak tentara Israel memburu Al-Deif tapi upaya ini gagal, namun Tentara Israel berhasil membunuh dua anak dan istrinya. (research)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT






