Mengenang Tragedi KMP Tampomas II: Ratusan Nyawa Melayang, Diduga Akibat Korupsi Pengadaan Kapal Bekas

- Editor

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Kapal Motor Penumpang (KMP) Tampomas II dinyatakan tenggelam sepenuhnya di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Selasa (27/1/1981) pukul 12.45 WIB. Bencana maritim terbesar dalam sejarah Indonesia ini diperkirakan menelan lebih dari 600 korban jiwa, meski data resmi pemerintah mencatat angka 431 orang tewas.  

KMP Tampomas II berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Ujung Pandang pada Sabtu (24/1/1981). Pelayaran sempat tertunda satu hari akibat kerusakan mesin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan manifes, kapal mengangkut 1.055 penumpang dan 82 awak, namun investigasi lapangan menunjukkan adanya ratusan penumpang gelap yang membuat total estimasi penumpang mencapai 1.442 orang.

​Kebakaran mulai terjadi pada Minggu malam (25/1/1981) sekitar pukul 20.00 WITA saat kapal berada di perairan Masalembo. Api diduga berasal dari gesekan kendaraan di dek bawah yang memicu kebocoran bahan bakar di tengah cuaca buruk dan ombak besar.

Upaya pemadaman oleh awak kapal gagal total karena kendala teknis dan administratif. Sejumlah Alat Pemadam Api Ringan (APAR) tidak berfungsi dan petunjuk operasional masih menggunakan bahasa Jepang yang tidak dipahami petugas.

Kondisi diperparah dengan macetnya mesin pompa hidran, menyebabkan api merambat cepat ke seluruh badan kapal hingga terjadi pemadaman listrik total (blackout).

​Selama dua hari, kapal terombang-ambing dalam kondisi terbakar hebat. Meski beberapa kapal penolong seperti KM Sangihe dan Istana VI telah tiba di lokasi, evakuasi sulit dilakukan akibat gelombang setinggi 3 hingga 5 meter.

​Saksi mata melaporkan bahwa Kapten Kapal, Abdul Rivai, menolak meninggalkan anjungan dan memilih tetap berada di kapal hingga detik terakhir. Kapal akhirnya berdiri tegak lurus sebelum tenggelam ke dasar laut sedalam 60 meter setelah terjadi ledakan besar di ruang mesin pada Selasa siang.

Dugaan Korupsi dan Mark-up Anggaran

​Tragedi ini memicu sorotan tajam terhadap proses pengadaan kapal oleh pemerintah. Diketahui, KMP Tampomas II merupakan kapal bekas buatan Jepang tahun 1956 (sebelumnya bernama MV Great Emerald) yang dibeli pada tahun 1980 seharga US$ 8,3 juta.

Pakar maritim dan investigasi media menyebut harga tersebut mengalami penggelembungan (mark-up) yang signifikan, mengingat harga pasar kapal berusia 25 tahun itu seharusnya hanya berkisar US$ 3,6 juta.

Kapal ini dilaporkan sempat ditolak oleh perusahaan pelayaran lain karena kondisi teknis yang buruk sebelum akhirnya dipaksakan masuk ke jajaran armada nasional.

​Dalam persidangan yang digelar pasca-tragedi, sanksi hukum lebih banyak dijatuhkan kepada awak kapal atas kelalaian administratif. Namun, sejumlah pihak menyayangkan tidak tersentuhnya pejabat tinggi birokrasi yang bertanggung jawab atas pembelian kapal yang dianggap tidak layak laut tersebut.

Tragedi ini diabadikan oleh musisi Iwan Fals dalam lagu “Celoteh Camar Tolol dan Cemar” sebagai bentuk protes atas praktik korupsi dalam pengadaan transportasi publik yang berujung pada hilangnya nyawa warga negara. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ratusan Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi “Tritura” di Gedung DPR/MPR RI
Viral, Aksi Emak-emak dari Aliansi Perempuan Indonesia, Tuntut Hentikan MBG dan Buka Lapangan Kerja
Demo Mahasiswa Sulut Berujung Ricuh, Pagar DPRD Roboh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata
Ratusan Mahasiswa BEM Unair dan BEM SI Jatim Gelar Demonstrasi, Tuntut Hentikan MBG dan KDMP!
Sempat Ditolak Pemerintah RI, Karya Anak Bangsa Ini Ditawar Triliunan Rupiah Oleh UEA dan Arab
Efek Domino Program MBG, Fasilitas Kampus Anjlok, UKT Meroket 50 Persen!
Rupiah Melemah, Harga Kebutuhan Meroket, Kebijakan Amburadul! 1.500 Mahasiswa Turun ke Jalan
Batal Digelar! Operasi Patuh 2026 Mendadak Ditunda se-Indonesia, Ada Apa?
Berita ini 141 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:59 WIB

Ratusan Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi “Tritura” di Gedung DPR/MPR RI

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:48 WIB

Viral, Aksi Emak-emak dari Aliansi Perempuan Indonesia, Tuntut Hentikan MBG dan Buka Lapangan Kerja

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:52 WIB

Demo Mahasiswa Sulut Berujung Ricuh, Pagar DPRD Roboh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:27 WIB

Ratusan Mahasiswa BEM Unair dan BEM SI Jatim Gelar Demonstrasi, Tuntut Hentikan MBG dan KDMP!

Rabu, 17 Juni 2026 - 05:24 WIB

Sempat Ditolak Pemerintah RI, Karya Anak Bangsa Ini Ditawar Triliunan Rupiah Oleh UEA dan Arab

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

AHY: Pemerintah Siapkan Rp4 Triliun untuk Revitalisasi 1.397 Mts

Jumat, 19 Jun 2026 - 07:24 WIB