Sempat Bikin Was-was karena Perang, Ini Keputusan Final Kemenhub Soal Penerbangan Haji

- Editor

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan operasional penerbangan ibadah haji dan umrah dari Indonesia tetap berjalan lancar di tengah memanasnya ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel di Timur Tengah.

Pemerintah mengambil langkah penyesuaian rute udara guna menjamin keselamatan para jemaah. Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menyatakan, pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap jalur penerbangan dari dan menuju Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Evaluasi difokuskan pada penerbangan yang rutenya berpotensi melintasi wilayah konflik atau area yang telah ditetapkan sebagai zona larangan terbang (no-fly zone).

​”Memang beberapa penerbangan yang melewati zona larangan terbang akibat perang tentu kita evaluasi, karena memang sangat membahayakan. Tapi syukur alhamdulillah, kegiatan saudara-saudara kita untuk ibadah umrah dan haji tetap berjalan,” ujar Suntana di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Suntana menegaskan bahwa aspek keselamatan jemaah dan penumpang senantiasa menjadi prioritas utama pemerintah dalam setiap kebijakan penyesuaian rute penerbangan tersebut.

Meskipun beberapa maskapai terdampak karena harus menghindari ruang udara yang berisiko, secara umum jadwal keberangkatan jemaah dari Indonesia tidak mengalami kendala yang berarti.

​Di sisi lain, Wamenhub juga mengungkapkan bahwa konflik Timur Tengah ini turut membawa dampak pada pergeseran tren sektor pariwisata global.

Banyak wisatawan yang sebelumnya merencanakan perjalanan ke benua Eropa terpaksa mengubah rute liburan mereka demi menghindari zona udara yang terdampak konflik.

“Teman-teman yang dulu mendaftar liburan ke Eropa kemarin itu geser ke wilayah China, Jepang, dan lain-lain karena faktor keamanan jalur penerbangan,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Prabowo Cecar Aparat soal 1.000 Tambang Ilegal: Masak Pejabat TNI-Polri Tidak Tahu?! 
Ketum AJI Tegaskan Jurnalis Bekerja untuk Publik: Jawab Tudingan ‘Londo Ireng’ hingga ‘Kawanan Sirkus’
MV Cape San Juan Bersandar di Pelabuhan Panjang, Bawa Alutsista Super Garuda Shield 2026
527 Siswa Papua Keracunan MBG, Guntur Romli Desak Proses Hukum Pengelola Dapur
Menyusul Surabaya, Mal Kota Kasablanka Jakarta Pasang Pagar Besi Lancip Setinggi 2,5 Meter
Prabowo Targetkan Kereta Api Trans Sumatera dan Kalimantan Dibangun Serentak
Dedi Mulyadi: Mayoritas Jaringan Begal di Jawa Barat Berasal dari Lampung
Dewan Pers Kritik Pernyataan Prabowo soal ‘Londo Ireng’: Presiden Alergi Kritik
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Prabowo Cecar Aparat soal 1.000 Tambang Ilegal: Masak Pejabat TNI-Polri Tidak Tahu?! 

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Ketum AJI Tegaskan Jurnalis Bekerja untuk Publik: Jawab Tudingan ‘Londo Ireng’ hingga ‘Kawanan Sirkus’

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:55 WIB

MV Cape San Juan Bersandar di Pelabuhan Panjang, Bawa Alutsista Super Garuda Shield 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:21 WIB

527 Siswa Papua Keracunan MBG, Guntur Romli Desak Proses Hukum Pengelola Dapur

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:31 WIB

Menyusul Surabaya, Mal Kota Kasablanka Jakarta Pasang Pagar Besi Lancip Setinggi 2,5 Meter

Berita Terbaru