Caption : Ist
Hariannarasi.com, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan operasional penerbangan ibadah haji dan umrah dari Indonesia tetap berjalan lancar di tengah memanasnya ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel di Timur Tengah.
Pemerintah mengambil langkah penyesuaian rute udara guna menjamin keselamatan para jemaah. Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menyatakan, pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap jalur penerbangan dari dan menuju Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Evaluasi difokuskan pada penerbangan yang rutenya berpotensi melintasi wilayah konflik atau area yang telah ditetapkan sebagai zona larangan terbang (no-fly zone).
”Memang beberapa penerbangan yang melewati zona larangan terbang akibat perang tentu kita evaluasi, karena memang sangat membahayakan. Tapi syukur alhamdulillah, kegiatan saudara-saudara kita untuk ibadah umrah dan haji tetap berjalan,” ujar Suntana di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Suntana menegaskan bahwa aspek keselamatan jemaah dan penumpang senantiasa menjadi prioritas utama pemerintah dalam setiap kebijakan penyesuaian rute penerbangan tersebut.
Meskipun beberapa maskapai terdampak karena harus menghindari ruang udara yang berisiko, secara umum jadwal keberangkatan jemaah dari Indonesia tidak mengalami kendala yang berarti.
Di sisi lain, Wamenhub juga mengungkapkan bahwa konflik Timur Tengah ini turut membawa dampak pada pergeseran tren sektor pariwisata global.
Banyak wisatawan yang sebelumnya merencanakan perjalanan ke benua Eropa terpaksa mengubah rute liburan mereka demi menghindari zona udara yang terdampak konflik.
“Teman-teman yang dulu mendaftar liburan ke Eropa kemarin itu geser ke wilayah China, Jepang, dan lain-lain karena faktor keamanan jalur penerbangan,” pungkasnya. (*)






