Caption : Disebagian Daerah di Indonesia, Atap Berbahan Serat Asbes Masih Sering Dijumpai Penggunaannya.
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Rumah merupakan tempat berteduh dan tinggal bagi keluarga, bahkan tak jarang di Indonesia rumah di renovasi sedemikian rupa dengan tujuan nyaman bagi para penghuninya.
Namun, saat renovasi haruslah mempersiapkan semua bahan material yang mumpuni dan ber-Standar Nasional Indonesia (SNI). Baik dari segi kualitas material maupun keamanannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti penggunaan atap rumah, hampir di masyarakat kelas menengah ke bawah menggunakan atap berbahan serat (asbes) dan baja ringan untuk penggunaan dapurnya. Penggunaan kedua bahan ini lantaran harga yang terjangkau, tahan terhadap cuaca, kekuatan yang cukup dan ketersediaan bahan yang banyak serta mudah didapatkan.
Tapi, kesemua keuntungan tersebut harus dibarengi dengan wawasan mengenai bahaya penggunaan atap khususkan berbahan asbes.
Bahan yang terkandung dalam serat asbes ini dianggap berbahaya karena terdapat zat kimia karsinogen yang dapat mengakibatkan kanker jika terhirup secara terus menerus.
Serta kecil yang terdapat pada asbes ini lama kelamaan akan mengalami kerusakan atau degradasi, dan partikel kecil pada serat ini akan terbang ke udara dan berbahaya jika terhirup oleh manusia. Beberapa negara telah melarang keras penggunaan serat asbes ini.
Selain berbahaya bagi manusia, ternyata serat asbes yang usang juga berbahaya bagi lingkungan, jika saja serat asbes ini dibiarkan terbengkalai maka partikel atom yang terdapat dalam serat asb dapat merusak lapisan tanah dan air.
Apalagi jika diproduksi dalam skala besar, baik dari segi produksi dan pendistribusiannya berdampak besar bagi lingkungan alam sekitar. (red)






