Caption : ist (Dok. Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung)
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Persoalan infrastruktur jalan di Provinsi Lampung, yang selama ini menjadi rapor merah sekaligus keluhan menahun masyarakat, mulai menemui titik terang.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan gerak besar perbaikan jalan akan dimulai pada tahun anggaran 2026.
Langkah ini dipastikan setelah Pemprov mengantongi komitmen pinjaman sebesar Rp1 triliun dari Bank BJB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dana segar tersebut diproyeksikan menjadi “nafas buatan” untuk membenahi 17 ruas jalan provinsi yang masuk dalam skala prioritas, dari total 62 ruas yang direncanakan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menegaskan bahwa dana tersebut tidak akan disebar tipis, melainkan difokuskan pada penanganan efektif sepanjang 98,45 kilometer.
“Pinjaman ini dialokasikan untuk 17 ruas jalan provinsi. Meski total panjang ruas-ruas tersebut mencapai 380 kilometer, kami memprioritaskan titik-titik yang kerusakannya paling parah,” ujar Taufiqullah, pada Jumat (9/1).
Pilihan ini mencakup jalur-jalur urat nadi ekonomi, seperti ruas Bandarjaya–Mandala yang telah lama dinanti warga, hingga jalur logistik pangan di wilayah Rawajitu.
Optimisme Pemprov Lampung bukan tanpa dasar. Hambatan administratif yang selama ini membayangi, yakni ambang batas defisit anggaran kini telah teratasi.
Taufiqullah mengungkapkan bahwa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait pelampauan batas defisit telah terbit. “Alhamdulillah, syarat utamanya sudah keluar. Kini kami hanya menunggu surat izin formal untuk melengkapi proses pinjaman ke Bank BJB,” imbuhnya, dikutip dari Saibumi.
Menariknya, Dinas BMBK menerapkan strategi “gas pol” namun tetap terukur. Skema tender cepat akan digeber pada Januari hingga Februari 2026.
Tujuannya jelas, agar kontrak segera diteken dan alat berat bisa turun ke lapangan.
Namun, Taufiqullah memberikan catatan penting soal kualitas.
“Pengadaan memang kita percepat, tetapi durasi pengerjaan fisik di lapangan akan diberikan waktu yang cukup panjang. Kita ingin hasilnya maksimal, bukan sekadar tambal sulam yang cepat rusak,” tegasnya.
Jika sesuai jadwal, pengerjaan fisik akan dimulai pada Maret 2026, atau sesaat setelah momentum Lebaran usai. Untuk transparansi publik, berikut adalah rincian ruas jalan yang akan tersentuh perbaikan.
Daftar 17 Ruas Jalan Prioritas Tahun 2026:






