Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Jakarta – Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas), Hashim S. Djojohadikusumo, memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus berjalan selama masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan, program prioritas pemerintah tersebut hanya akan terhenti apabila Prabowo mengalami kekalahan pada kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan tersebut disampaikan Hashim saat menghadiri agenda Formas di Podomoro University, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Dalam keterangannya yang dihimpun dari berbagai sumber, Hashim menyebut MBG merupakan janji kampanye Prabowo yang kini telah bertransformasi menjadi prioritas utama negara di sektor kesehatan dan pendidikan.
”Itu menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto, dan itu adalah kenapa MBG jadi janji kampanye Prabowo empat kali dan tidak akan berhenti,” ujar Hashim.
Respons Dinamika dan Kritik Mahasiswa
Terkait dengan adanya penolakan maupun kritik dari sejumlah kalangan mahasiswa terhadap implementasi program ini, Hashim menilainya sebagai bentuk miskonsepsi.
Menurutnya, kritik tersebut mencuat lantaran belum semua elemen masyarakat memahami secara utuh sejarah, latar belakang, dan gagasan esensial yang mendasari program MBG.
Untuk meluruskan hal tersebut, Hashim menyatakan kesiapannya untuk turun langsung melakukan safari ke berbagai perguruan tinggi.
Ia berencana membuka ruang dialog terbuka dengan para mahasiswa guna membedah program tersebut.
”Tadi saya bicara sama kawan-kawan, mungkin saya mau ke kampus ketemu dengan anak-anak untuk menjelaskan latar belakang ini,” tambahnya.
Nasib Program Bergantung pada Pemilu 2029
Pada kesempatan yang sama, Hashim juga mengingatkan bahwa realisasi jangka panjang program MBG memiliki korelasi langsung dengan peta politik nasional.
Ia secara terbuka mengaitkan kelangsungan intervensi gizi dari negara ini dengan dukungan politik masyarakat terhadap kepemimpinan Prabowo di masa depan.
”Janji kampanye Prabowo tidak akan berhenti Pak, akan berhenti kalau Pak Prabowo nanti kalah tahun 2029,” pungkas Hashim. (*)






