BGN Soroti Tren Siswa Keluhkan MBG di Medsos: Tidak Bersyukur

- Editor

Sabtu, 27 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan catatan serius terhadap fenomena siswa yang mengunggah keluhan terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ke media sosial. 

Dibalik riuhnya konten digital tersebut, pemerintah melihat ada urgensi untuk mengembalikan komunikasi pada jalur semestinya demi menjaga marwah program dan pembentukan karakter generasi muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dewan Pakar BGN, Ikeu Tanziha, menyayangkan langkah para siswa yang memilih ruang publik digital untuk mengekspos temuan negatif dalam menu makanan mereka, termasuk kasus temuan ulat atau belatung, makanan yang tidak layak.

Menurut Ikeu, tindakan tersebut cenderung kontraproduktif dan dikhawatirkan membentuk mentalitas yang kurang bersyukur sejak dini.

“Apa sebenarnya manfaat yang ingin dicapai dengan mengunggah hal tersebut ke media sosial?” ujar Ikeu mempertanyakan urgensi konten-konten keluhan tersebut.

Ia menekankan bahwa persoalan teknis di lapangan, seperti makanan yang tidak higienis. “Seharusnya bisa diselesaikan secara instan di level sekolah tanpa harus memicu polemik di dunia maya,” katanya.

Pemerintah menggarisbawahi bahwa setiap temuan buruk pada menu MBG dapat langsung dilaporkan kepada guru untuk segera mendapatkan penggantian.

Langkah ini dinilai jauh lebih efektif daripada mempublikasikannya secara terbuka yang berpotensi mencederai citra program nasional secara menyeluruh.

​Untuk menjembatani aspirasi masyarakat, BGN bersama Kementerian Komunikasi dan Digital tengah mematangkan sistem pengaduan terpadu. Nantinya, wali murid dan siswa dapat melapor melalui saluran telepon khusus yang biayanya akan ditanggung sepenuhnya oleh BGN.

​Namun, sudut pandang berbeda datang dari praktisi pendidikan. Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) melihat fenomena “curhat di medsos” ini sebagai puncak gunung es dari tersumbatnya komunikasi internal di sekolah.

Kepala Bidang Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri, mengungkapkan adanya tekanan berjenjang yang membuat siswa dan guru enggan melapor secara formal.

“Ada kekhawatiran dari murid kepada guru, sekolah kepada dinas, hingga tekanan birokrasi yang lebih tinggi,” ungkap Iman.

Kondisi inilah yang ditengarai memaksa publik memilih media sosial sebagai satu-satunya ruang yang dianggap aman dan ampuh untuk menyuarakan fakta di lapangan. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Mantan Menhan RI Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Gatot Soebroto
Meski MK Putuskan Jakarta Tetap Ibu Kota, Otorita Pastikan Pembangunan IKN Jalan Terus!
Lahir dari Induk Amputasi Korban Perburuan Liar, Gubernur Lampung Beri Nama Bayi Harimau Sumatera
Dinilai Tak Tepat Sasaran, KPK Sorot Program MBG!
Hadapi Ancaman Multidimensi, Pemprov Lampung dan Unhan RI Bersinergi
Indonesia Siap Jadi Negara Pertama Pengguna Tabung CNG 3 Kg untuk Rumah Tangga
Presiden Prabowo Marah! Peringatkan Jaksa, Polisi dan TNI Berhenti Jadi “Beking” Kejahatan!
TNI Bubarkan Diskusi dan Nobar Film ‘Pesta Babi’, Tugas Tentara Apa?!
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:19 WIB

Mantan Menhan RI Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Gatot Soebroto

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:58 WIB

Meski MK Putuskan Jakarta Tetap Ibu Kota, Otorita Pastikan Pembangunan IKN Jalan Terus!

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:19 WIB

Lahir dari Induk Amputasi Korban Perburuan Liar, Gubernur Lampung Beri Nama Bayi Harimau Sumatera

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:03 WIB

Dinilai Tak Tepat Sasaran, KPK Sorot Program MBG!

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:39 WIB

Hadapi Ancaman Multidimensi, Pemprov Lampung dan Unhan RI Bersinergi

Berita Terbaru