Warga Aceh Ramai Kibarkan Bendera Putih, Desak Pemerintah Tetapkan Bencana Nasional

- Editor

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Aceh – Pemandangan memilukan kembali menyeruak dari tanah rencong. Bukan lagi soal konflik bersenjata, melainkan pertempuran melawan alam yang seolah tak berkesudahan.  

Di sejumlah titik jalan di Aceh, khususnya Aceh Tamiang, kain-kain putih berkibar, bukan tanda damai, melainkan simbol menyerah. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga mengibarkan bendera putih sebagai jeritan terakhir, menandakan ketidakberdayaan mereka menghadapi dampak banjir dan longsor yang telah melumpuhkan sendi-sendi kehidupan.

Terekam jelas kepedihan warga yang merasa bantuan logistik dan perbaikan infrastruktur dari pemerintah berjalan lambat. 

“Sebenarnya tanda menyerah kami, dari segi ekonomi, dari segi bantuan infrastruktur,” ujar seorang warga dengan nada getir. 

Ia menegaskan bahwa 90% ekonomi masyarakat di Aceh Tamiang telah lumpuh total, memicu permohonan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera turun tangan.

​Merespons situasi yang kian kritis, Pemerintah Provinsi Aceh mengambil langkah taktis namun politis. 

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengungkapkan bahwa pihaknya telah secara resmi mengajukan permohonan bantuan kepada lembaga internasional, termasuk UNDP dan UNICEF. 

Langkah ini seolah membuka kembali memori kolektif penanganan Tsunami 2004, di mana Aceh menilai skala bencana saat ini sudah selayaknya ditetapkan sebagai Bencana Nasional.

Respon Jakarta

Namun, jeritan dari daerah ini mendapat respon beragam dari pusat. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, tampak berhati-hati.

Ia menyatakan akan mempelajari surat permintaan bantuan Aceh ke PBB tersebut, sembari menimbang aspek legalitas apakah pemerintah daerah diperkenankan meminta bantuan asing secara langsung. 

​Berbeda, pernyataan yang tajam datang dari Presiden Prabowo Subianto. Dengan tegas, Kepala Negara menampik anggapan bahwa Indonesia tak mampu. 

Ia mengungkapkan telah menolak tawaran bantuan dari berbagai kepala negara sahabat dengan alasan Indonesia mampu mengatasi ini.

Presiden menekankan bahwa bencana ini hanya melanda 3 dari 38 provinsi, sehingga situasi dinilai masih terkendali dan belum mendesak untuk ditetapkan sebagai Bencana Nasional.

Sebuah paradoks yang menyayat hati, di satu sisi ada warga yang mengibarkan bendera putih tanda menyerah karena lapar dan lumpuhnya ekonomi, sementara di sisi lain, elite di Jakarta masih berdebat soal definisi status bencana dan kedaulatan penanganan. 

Bagi rakyat Aceh Tamiang yang terendam, perdebatan itu tidak mengenyangkan perut, mereka hanya butuh tangan yang terulur, entah itu tangan lokal, nasional, ataupun internasional. (*) 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Antrean Truk Picu Kemacetan Parah di Berbagai Daerah, Pertamina Bersikeras Stok Aman, Ini Kata Pemprov Lampung!
Karhutla Melanda Tol Palembang–Indralaya KM 18, Luas Kebakaran di Sumsel Tembus 1.926 Hektare
Operasi SAR H+4: Tim Gabungan Sisir Bersih Pulau Sertung hingga Rakata, Keberadaan 5 Jurnalis Nihil! 
Temuan Life Jacket Dipastikan Bukan Milik Kapal Korban, Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Masih Nihil
Merasa Kurang Mampu Tapi Tak Dapat Bansos? Jangan Panik, Turunkan Kelas Desil Anda Lewat HP Sekarang!
Sulteng Dikeruk, DBH Cuma Rp200 M: Gubernur Interupsi DPR, Warga Galang Koin Seribu
PWI Tegaskan Tetap Jadi Penyelenggara HPN 2027 di Lampung, Pastikan Lebih Inklusif
Bansos Tahap 3 Cair! Nama Anda Terdaftar? Cek Sekarang, Cuma Modal KTP dan HP
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 10:59 WIB

Antrean Truk Picu Kemacetan Parah di Berbagai Daerah, Pertamina Bersikeras Stok Aman, Ini Kata Pemprov Lampung!

Sabtu, 12 September 2026 - 16:08 WIB

Karhutla Melanda Tol Palembang–Indralaya KM 18, Luas Kebakaran di Sumsel Tembus 1.926 Hektare

Sabtu, 12 September 2026 - 15:16 WIB

Operasi SAR H+4: Tim Gabungan Sisir Bersih Pulau Sertung hingga Rakata, Keberadaan 5 Jurnalis Nihil! 

Sabtu, 12 September 2026 - 14:57 WIB

Temuan Life Jacket Dipastikan Bukan Milik Kapal Korban, Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Masih Nihil

Sabtu, 12 September 2026 - 10:10 WIB

Merasa Kurang Mampu Tapi Tak Dapat Bansos? Jangan Panik, Turunkan Kelas Desil Anda Lewat HP Sekarang!

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Mengapa Presiden Copot Menkeu Purbaya, Ini Penyebabnya!

Senin, 14 Sep 2026 - 21:57 WIB