Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Upaya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung dalam membongkar dugaan mega-korupsi pada proyek vital Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2022 terus menunjukkan progres signifikan.
Arah penyelidikan kian mengerucut setelah Kejati secara resmi memanggil dan memeriksa pucuk pimpinan daerah, Bupati Pesawaran, Nanda Indira, pada hari ini, Kamis (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pantauan di lapangan, Bupati Nanda Indira tiba di kompleks Kejati Lampung pukul 11.35 WIB. Dalam balutan kemeja putih kontras dengan celana merah muda, kedatangan Nanda didampingi oleh asisten pribadinya.
Tanpa banyak basa-basi, rombongan langsung diarahkan menuju lantai Gedung Pidana Khusus (Pidsus), lokasi krusial di mana materi pemeriksaan bergulir.
Panggilan Kejati ini diwarnai pemandangan yang menyiratkan tekanan berat, ajahnya, yang sebelumnya tampak tegar, kini memancarkan rona lemas dan sarat beban.
Hanya berselang kurang dari satu jam pemeriksaan, tepatnya pukul 12.10 WIB, Nanda terlihat keluar dari Gedung Pidsus.
Ia lantas bergegas menuju area Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Ketika dicecar oleh awak media yang telah menanti, Nanda hanya melontarkan jawaban singkat, “Sebentar ya, mau makan dulu biar ada tenaga,” ujarnya.
Hingga berita ini dilansir, Kejati Lampung memilih bungkam. Kepala Penerangan Hukum Kejati belum memberikan keterangan resmi perihal substansi materi pemeriksaan, apalagi menyingkap sejauh mana keterlibatan Nanda Indira dalam pusaran kasus SPAM Pesawaran yang diduga merugikan keuangan negara tersebut. (*)






