KPK Sebut Banyak Dana Korupsi TPPU Mengalir ke Perempuan ‘Bening’

- Editor

Kamis, 28 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi

Hariannarasi.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ibnu Basuki Widodo mengungkapkan fakta mengejutkan terkait modus penyembunyian uang hasil kejahatan. 

Ia menyebut banyak dana Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari para koruptor laki-laki yang mengalir kepada perempuan-perempuan berparas cantik, atau yang ia istilahkan sebagai perempuan “bening-bening”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengutip dari berbagai sumber, pernyataan tersebut disampaikan oleh Ibnu dalam acara Sosialisasi Penguatan Integritas dan Praktik Antikorupsi yang digelar di Pengadilan Negeri Purwokerto, baru-baru ini.

Dalam pemaparannya, Ibnu menjelaskan bahwa dalam praktik TPPU, koruptor selalu berupaya mengalihkan uang hasil korupsinya ke pihak lain untuk menyamarkan jejak.

Aliran dana kepada pihak ketiga atau perempuan “bening” ini biasanya dilakukan ketika koruptor merasa pemberian kepada keluarga dan orang terdekat sudah maksimal.

​”Begitu korupsi, si koruptor ini semuanya sudah diberikan. Uang untuk istri sudah, keluarga sudah, anaknya sudah, untuk amal ibadah sudah,” ujar Ibnu di hadapan para peserta sosialisasi.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa para pelaku kejahatan kerah putih ini kerap dilanda kebingungan saat harus menyembunyikan sisa uang tunai yang jumlahnya fantastis.

Ketakutan akan pelacakan aset oleh penegak hukum menjadi alasan utama mereka mencari “tempat penitipan” yang tidak dicurigai.

​”Untuk sumbangan sana-sini sudah, untuk piknik sudah, untuk tabungan sudah. Bingung. Ke manakah uang satu miliar ini? Kalau ditaruh kolong takut dimakan kecoa, kalau ditaruh tabungan-tabungan lagi, takut sama PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan),” paparnya.

Kondisi dan kepanikan untuk menyembunyikan harta dari pantauan PPATK inilah yang pada akhirnya mendorong para koruptor laki-laki untuk mengalirkan sisa uang haramnya kepada pihak lain, salah satunya kepada perempuan-perempuan “bening” tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Viral Video Pejabat SPPG Aniaya Kepala SPPG, Diduga Dipicu Sertifikat Palsu
Imbas Pemisahan Pemilu, MK Diminta Perpanjang Masa Jabatan DPRD 2024-2029 hingga 2031
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai Kebencanaan, Termasuk Adik Kepala BNPB
Ijazah Kembaran Eva Dwiana Dipermasalahkan, PUSKAP Desak Kapolda Lampung Gelar Perkara Terbuka
Ini Profil Brigjen Yustan Alpiani, Kapolda Lampung Baru Pengganti Irjen Helfi Assegaf
Setelah Raih Nugraha Sakanti dari Presiden, Kapolda Lampung Helfi Assegaf Promosi ke Bintang Tiga
Ditjenpas Pindahkan 313 Napi ke Nusakambangan, 115 di Antaranya dari Rutan Depok
Buntut Putusan MK, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Wapres Gibran dari Ruang Kerjanya
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Viral Video Pejabat SPPG Aniaya Kepala SPPG, Diduga Dipicu Sertifikat Palsu

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Imbas Pemisahan Pemilu, MK Diminta Perpanjang Masa Jabatan DPRD 2024-2029 hingga 2031

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:37 WIB

KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai Kebencanaan, Termasuk Adik Kepala BNPB

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Ijazah Kembaran Eva Dwiana Dipermasalahkan, PUSKAP Desak Kapolda Lampung Gelar Perkara Terbuka

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Ini Profil Brigjen Yustan Alpiani, Kapolda Lampung Baru Pengganti Irjen Helfi Assegaf

Berita Terbaru

Bandar Lampung

Polisi Gerebek Tempat Persiapan Tawuran di Sukarame, 9 Remaja Diciduk!

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:23 WIB